MANOKWARI, LinkPapua.id – Ibu hamil (bumil) peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Ema Onawame (27) merasa terbantu dengan kemudahan pindah fasilitas kesehatan (faskes) dari Timika ke Manokwari saat kehamilan anak keempatnya memasuki tujuh bulan. Perubahan faskes itu membuat akses pemeriksaan kehamilan hingga persalinan lebih dekat dengan tempat tinggalnya.
Ema sebelumnya terdaftar di faskes Timika karena mengikuti lokasi kerja suaminya. Setelah pindah ke Manokwari, dia memilih mengubah faskes agar pemeriksaan kehamilan dan persalinan dapat dilakukan lebih dekat.
“Sebelumnya faskes saya terdaftar di Timika karena suami kerja di sana. Setelah kami pindah ke Manokwari, dan saat ini saya juga sedang mengandung anak keempat, ketika sudah mendekati waktu persalinan bidan menyarankan saya untuk mengubah faskes ke yang lebih dekat dengan tempat tinggal kami,” ujar Ema dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).
Ema mengurus perpindahan faskes di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Manokwari. Dia berharap akses layanan yang lebih dekat memudahkan pemeriksaan hingga proses persalinan anak keempatnya.
Bagi Ema, pengalaman menggunakan JKN bukan hal baru karena sudah dimanfaatkannya sejak kehamilan anak pertama. Kepesertaan tersebut digunakannya untuk mendapatkan pemeriksaan selama kehamilan hingga persalinan.
“Sejak kehamilan anak pertama hingga keempat, JKN selalu menjadi andalan keluarga kami. Saya bersyukur dengan adanya program ini karena sangat membantu kami dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, khususnya selama masa kehamilan dan persalinan,” ungkapnya.
Selama menggunakan layanan JKN, Ema mengaku mendapat pelayanan yang baik. Dia merasakan pelayanan tersebut saat menjalani pemeriksaan kehamilan di faskes sebelumnya di Timika.
Dia menyebut dokter dan petugas kesehatan memberikan pelayanan secara profesional serta membantu menjelaskan kondisi dan kebutuhan pemeriksaannya. Menurut Ema, proses administrasi yang dinilainya mudah juga membuatnya lebih nyaman mengakses layanan kesehatan.
“Pelayanan yang saya dapatkan selama ini sangat baik dan membuat saya merasa puas. Dokter dan petugas kesehatan juga sangat profesional, baik di fasilitas kesehatan tempat saya sebelumnya maupun di tempat saya mendapatkan pelayanan saat ini,” katanya.
Kini, persalinan anak keempat Ema direncanakan berlangsung di Manokwari. Dengan usia kandungan tujuh bulan, dia mulai mempersiapkan kebutuhan pemeriksaan hingga persalinan.
Ema berharap pengalaman menggunakan JKN juga diketahui masyarakat lain, terutama mereka yang membutuhkan pelayanan kesehatan selama kehamilan dan persalinan. Dia menilai akses layanan yang dekat membantu dirinya mempersiapkan persalinan lebih awal.
“Harapannya semoga BPJS semakin dikenal masyarakat Manokwari dan semakin banyak masyarakat yang tahu manfaatnya. Karena menurut saya, BPJS sangat membantu ketika kita membutuhkan pelayanan kesehatan,” ucap Ema. (LP14/red)











