Darurat Campak, Dinkes Papua Barat Minta Masyarakat Tak Tolak Imunisasi MR

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua Barat meminta masyarakat tidak menolak imunisasi Measles-Rubella (MR) di tengah peningkatan kasus campak. Sedikitnya 15 kasus positif campak telah ditemukan di Papua Barat, termasuk tiga kasus di Kabupaten Manokwari.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat Alwan Rimosan mengatakan tiga kasus positif campak di Manokwari sudah masuk kategori wabah. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan cepat, terutama melalui peningkatan cakupan imunisasi.

“Peningkatan kasus menjadi pasien yang positif dan telah ditemukan di Manokwari tiga orang dan itu saja sudah termasuk wabah,” ujar Alwan saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (5/10/2026).

Baca juga:  Hasil Rapimda DPD Partai Hanura Papua Barat, Usung OSO Kembali jadi Ketua Umum

Selain Manokwari, kasus campak juga ditemukan di Kabupaten Teluk Wondama dan Fakfak. Kepastian kasus positif diperoleh setelah sampel pasien dikirim ke luar daerah untuk pemeriksaan laboratorium.

“Di Papua Barat telah ditemukan 15 kasus campak,” katanya.

Alwan mengatakan salah satu persoalan dalam pencegahan campak ialah masih adanya masyarakat yang menolak imunisasi MR. Padahal, imunisasi menjadi salah satu upaya untuk mencegah penyebaran penyakit campak.

Baca juga:  Ali Baham Bicara Perjuangan Guru: Tantangan Tugas Makin Berat  

“Imunisasi MR di Papua Barat belum merata seluruhnya. Cakupannya baru mencapai sekitar 98 persen. Pencegahan campak ini hanya dengan imunisasi,” tegasnya.

Dinas Kesehatan Papua Barat kini mendorong cakupan imunisasi MR mencapai 100 persen. Seluruh puskesmas diminta memaksimalkan pelaksanaan imunisasi campak di wilayah masing-masing.

Alwan mengatakan pihaknya telah menyosialisasikan kondisi wabah campak kepada seluruh puskesmas. Pemerintah Kabupaten Manokwari juga telah menerima laporan mengenai status wabah tersebut.

Baca juga:  Sambut HUT Ke-81 RI, Pemprov Papua Barat Bagikan Bapok dan Bibit Buah di Susweni

“Sudah kami sosialisasikan kepada seluruh puskesmas dan sudah dilaporkan kepada Bupati Manokwari bahwa campak telah menjadi wabah,” ucapnya.

Dengan meningkatnya kasus positif, Dinas Kesehatan Papua Barat meminta masyarakat tidak menolak imunisasi MR. Pemerintah juga mendorong puskesmas memperluas cakupan imunisasi untuk mencegah munculnya kasus baru dan menekan penyebaran campak. (LP14/red)

Latest articles

Pemprov Papua Barat Target Bangun 4 BTS di Pegaf, Atasi Blank...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menargetkan pembangunan empat Base Transceiver Station (BTS) di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf). Infrastruktur tersebut ditujukan untuk...

More like this

Pemprov Papua Barat Target Bangun 4 BTS di Pegaf, Atasi Blank Spot-Promosi Wisata

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menargetkan pembangunan empat Base Transceiver Station...

Insinerator Belum Berizin, RSUP Papua Barat Masih Kirim Limbah Medis ke Luar Daerah

MANOKWARI, LinkPapua.id – Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Papua Barat masih mengirim limbah medis...

Tinggal 2 Bulan, Sekda Papua Barat Ingatkan OPD Tak Tumpuk Kerjaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere meminta seluruh organisasi...