Terdampak Kabut Asap Kiriman, Penerbangan di Bandara Rendani Manokwari Belum Normal

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di luar Manokwari berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Rendani Manokwari, Papua Barat. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang menurun sehingga sejumlah maskapai mengalami keterlambatan hingga pembatalan penerbangan.

Kepala BLU Kantor UPBU Rendani Manokwari
Herman Sujito,S.SiT., M.M menjelaskan, kabut asap tidak berasal dari sejumlah daerah lain, seperti Fakfak, Teluk Bintuni, dan Merauke.

Pemantauan kondisi jarak pandang dilakukan sejak pukul 06.00 WIT hingga 18.00 WIT. Dalam kondisi tertentu, jarak pandang yang menurun membuat sejumlah pesawat tidak dapat mendarat demi menjaga keselamatan penerbangan.

Baca juga:  Diana, Sosok Wanita Hebat di Belakang Cawabup Bintuni Joko Lingara

Akibatnya, beberapa penerbangan mengalami keterlambatan (delay), bahkan pembatalan (cancel).

Ia mencontohkan, pada Minggu pekan lalu, pesawat yang seharusnya mendarat sekitar pukul 07.00 WIT baru dapat mendarat pada pukul 23.00 WIT. Kondisi tersebut menyebabkan penerbangan baru bisa dilakukan sekitar pukul 01.30 WIT.

Sementara itu, pada Sabtu pekan lalu, aktivitas pendaratan pesawat sama sekali tidak dapat dilakukan akibat kondisi jarak pandang yang tidak memungkinkan.

Sejumlah penerbangan turut terdampak, di antaranya Wings Air dari Kaimana dan Nabire, Lion Super Air Jet, serta beberapa penerbangan perintis yang terpaksa dibatalkan.

Baca juga:  Vakum 2 Tahun, Pawai Malam Takbiran Digelar Lagi di Manokwari

Kepala Bandara menegaskan, keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam operasional penerbangan. Apabila kondisi cuaca dan jarak pandang telah memenuhi persyaratan keselamatan, pelayanan penerbangan dilakukan berdasarkan urutan pengajuan izin dan kesiapan operasional masing-masing maskapai.

“Kondisi kabut asap mulai meningkat sejak akhir September 2026 dan hingga kini berdampak terhadap kelancaran jadwal penerbangan di Bandara Rendani,”tambah dia.

Terkait penanganan penumpang yang terdampak, keterlambatan atau pembatalan akibat faktor alam berada di luar kendali maskapai. Penumpang dapat berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk memperoleh informasi mengenai perubahan jadwal, pengaturan ulang penerbangan (reschedule), maupun pengembalian dana (refund) sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga:  Bacaleg Golkar Teluk Wondama Bertabur Tokoh, Ada Mantan Bupati Imburi

Penumpang juga diimbau untuk terus memperbarui informasi melalui kanal resmi maskapai masing-masing guna memastikan kepastian jadwal keberangkatan maupun kedatangan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berkoordinasi dengan maskapai agar mendapatkan informasi terbaru mengenai jadwal penerbangan,” demikian imbauannya.(LP3/Red)

Latest articles

PAL-KOAP Terima Rp100 Miliar, Alex Wonggor Desak Porsi Anggaran Kontraktor OAP...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Perkumpulan Asosiasi Lokal Kontraktor Orang Asli Papua (PAL-KOAP) Papua Barat mendesak pemerintah menetapkan alokasi anggaran bagi kontraktor OAP sejak awal pembahasan...

More like this

Mugiyono: Manokwari Siap Bersinergi Wujudkan Papua Barat Maju dan Sejahtera

MANOKWARI, Linkpapua.id-Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Manokwari mendukung program pembangunan...

Berawal dari Lembaga Nonformal, Yayasan Jamal Papua Kembangkan Umul Quro

MANOKWARI, LinkPapua.id – Yayasan Jamal Papua mengembangkan lembaga pendidikan Umul Quro dari pendidikan nonformal...

HUT Ke-16 SMAS Katolik Villanova, Kadis Pendidikan Manokwari: Kecerdasan Butuh Integritas

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Manokwari, Parjianty, menegaskan integritas dan tanggung jawab...