APTISI Papua Barat Dorong Kampus Perkuat Sinergi dan Targetkan Sertifikasi Unggul

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Papua Barat mendorong kampus memperkuat kerja sama dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Pengurus Pusat APTISI menargetkan seluruh perguruan tinggi di Papua Barat meraih sertifikasi atau predikat unggul dalam 3-4 tahun ke depan.

“Tidak bisa kampus saling berjalan sendiri-sendiri maka kampus itu akan sulit berkembang. Kampus membutuhkan kerja sama dan kompetisi untuk bersaing sesuai keunggulan masing-masing,” ujar Pengurus Pusat APTISI Prof Roberth KH Hammar dalam Musyawarah Luar Biasa (Muslub) APTISI di Aula Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan (IHTP), Manokwari, Selasa (27/10/2026).

Prof Roberth mengatakan kampus perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama melalui sertifikasi dan kenaikan pangkat dosen. Dia meminta pimpinan perguruan tinggi memetakan potensi dosen agar peningkatan jenjang akademik dapat dipercepat.

Baca juga:  Kanwil Kemenkumham Papua Barat Bangun Budaya Anti Korupsi

“Untuk segera unggul bapak ibu dosen segera juga pangkat diurus agar mendapatkan sertifikasi. Jangan santai, apalagi dosen yang usianya 50 tahun ke atas,” katanya.

Selain mengurus sertifikasi dan kepangkatan, Prof Roberth mendorong dosen melanjutkan pendidikan ke jenjang doktor atau S3. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat kapasitas akademik dan meningkatkan mutu perguruan tinggi.

Prof Roberth juga meminta kampus mengantisipasi perubahan yang dapat memengaruhi keberlangsungan institusi. Menurutnya, setiap perguruan tinggi perlu mengevaluasi kapasitas internal dan menyusun strategi untuk menghadapi tantangan pendidikan tinggi.

Baca juga:  Kursi DPRD Kabupaten/Kota Pemilu 2024 di Papua Barat: Manokwari Bertambah, Lainnya Tetap

Dia mendorong aspirasi perguruan tinggi disalurkan melalui organisasi seperti ABPTSI, ABPTHB, dan ADRI. Masukan tersebut selanjutnya dapat dibawa ke pembahasan bersama lembaga terkait di tingkat pusat.

Sementara itu, Ketua Panitia Muslub APTISI Isak K Mansawan menjelaskan forum tersebut digelar menyusul meninggalnya ketua APTISI sebelumnya. Sesuai AD/ART organisasi, Muslub diperlukan untuk memilih pengganti ketua dan membentuk kepengurusan baru.

“Muslub ini dilaksanakan karena adanya musibah meninggalnya ketua APTISI. Sesuai AD/ART, perlu dilakukan pergantian ketua dan pembentukan kepengurusan baru,” jelas Isak.

Baca juga:  Kaesang: Pembangunan Nasional Seharusnya Dimulai dari Papua

Isak mengatakan Muslub diikuti perwakilan perguruan tinggi swasta di Papua Barat. Sebagian peserta hadir langsung, sedangkan lainnya mengikuti persidangan melalui Zoom, termasuk utusan dari Fakfak.

Peserta membahas sejumlah agenda, mulai dari keabsahan peserta dan tata tertib persidangan hingga program kerja serta pemilihan ketua. Hasil Muslub menetapkan Dr Filep Wamafma sebagai calon tunggal ketua terpilih APTISI Papua Barat.

Pelantikan pengurus baru dijadwalkan berlangsung di Swiss-Belhotel Manokwari oleh pimpinan pusat APTISI. Isak berharap pergantian kepengurusan tersebut memperkuat konsolidasi kampus swasta untuk meningkatkan mutu pendidikan, kualitas dosen, dan daya saing institusi. (LP14/red)

Latest articles

Rektor IHTP Ungkap Perjalanan Kampus dan Perjuangan Tingkatkan Kualitas Dosen

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Rektor Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan (IHTP) Filep Wamafma mengungkap perjalanan panjang kampusnya sejak berdiri pada 17 Februari 1975 hingga...

More like this

Rektor IHTP Ungkap Perjalanan Kampus dan Perjuangan Tingkatkan Kualitas Dosen

MANOKWARI, LinkPapua.id – Rektor Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan (IHTP) Filep Wamafma mengungkap...

APTISI Dorong Pemprov Papua Barat Realisasikan Anggaran Operasional Rp1 Miliar per Kampus

MANOKWARI, LinkPapua.id - Pengurus Pusat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Prof Roberth KH...

‎JMSI Papua Barat Beri Mandat Pembentukan Pengurus Cabang di Teluk Bintuni

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Papua Barat memberi mandat...