MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak masyarakat menjaga kerukunan dan persatuan di tengah keberagaman suku, adat, dan agama. Pesan itu disampaikan dalam pawai budaya memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-27 Provinsi Papua Barat.
“Melalui pawai budaya kita menunjukkan bahwa masyarakat Papua Barat hidup rukun dan damai. Berbagai suku, adat, dan agama dapat berjalan bersama dalam semangat persatuan,” ujar Dominggus saat melepas peserta pawai budaya di depan Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL), Manokwari, Rabu (28/10/2026).
Pawai budaya melibatkan masyarakat dari berbagai daerah, termasuk perwakilan tujuh wilayah adat Papua Barat dan suku-suku nusantara. Kegiatan sempat tertunda akibat cuaca buruk dan kabut asap.
Pawai budaya semula dijadwalkan berlangsung pada 8 Oktober 2026. Namun, panitia menundanya akibat cuaca buruk dan kabut asap yang turut berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk kebijakan bekerja dari rumah bagi sebagian pegawai.
Dominggus mengatakan keberagaman yang ditampilkan dalam pawai mencerminkan kehidupan masyarakat yang berdampingan di tengah perbedaan. Dia berharap momentum HUT ke-27 Papua Barat memperkuat persaudaraan sekaligus menjaga kebudayaan sebagai identitas masyarakat.
Dia juga menyoroti pertukaran budaya yang berkembang di kalangan generasi muda. Anak-anak Papua mulai memainkan kesenian kuda lumping, sedangkan anak-anak dari suku Jawa di Papua Barat turut mempelajari seni gamelan.
Keterampilan memainkan gamelan Jawa juga berkembang di sejumlah wilayah, termasuk SP7 dan SP8. Dominggus menilai pertukaran kesenian tersebut menjadi contoh budaya yang dapat mempererat hubungan antarsuku.
“Anak-anak Papua sekarang sudah bisa memainkan kuda lumping dan memainkan gamelan. Ini menunjukkan bahwa budaya bisa saling dipelajari dan menjadi perekat persatuan,” katanya.
Dominggus turut mengingatkan peserta agar menjaga ketertiban selama pawai berlangsung. Dia meminta setiap rombongan berkoordinasi dengan panitia dan petugas agar tidak mengganggu arus lalu lintas hingga mencapai garis finis di Lapangan Borasi.
“Yang penting seluruh peserta menjaga ketertiban, tidak mengganggu lalu lintas, dan mengikuti arahan panitia. Kita ingin kegiatan ini berjalan dengan baik, tertib, dan damai,” tuturnya.
Dominggus menyebut pawai budaya sebagai salah satu rangkaian peringatan HUT ke-27 Papua Barat. Dia berharap keberagaman yang ditampilkan dalam perayaan tersebut juga tecermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Persatuan yang ditampilkan dalam pawai diharapkan tidak berhenti di panggung perayaan, tetapi juga tecermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Papua Barat,” ucapnya. (LP14/red)












