dr. Christina: Lansia Rentan Stres, tapi Bisa Produktif dan jadi Motivator

Published on

MANOKWARI, Linkpapuabarat.com – Koordinator Bidang PPKS mewakili Kepala BKKBN Papua Barat dr Christina menjadi pembicara pada orientasi pendampingan perawatan jangka panjang bagi lansia, di Balai Kampung Waseki Pop, 30 Maret 2021. Christina memaparkan banyak hal tentang kehidupan lansia.

Ia berbicara mengenai kerentanan dan produktivitas. Orientasi ini diikuti kader-kader BKL/Bina Keluarga Lansia sebanyak 23 orang.

Dijelaskan, perkembangan hidup manusia dimulai dari konsep bayi, anak-anak, remaja dan kemudian masa tua/lanjut usia. Menjadi lansia adalah suatu proses alami yang tidak dapat dihindari oleh siapapun.

“Proses menjadi lanjut usia selalu ditandai dengan kemunduran fungsi-fungsi organ yang dapat menimbulkan masalah/gangguan yang akan banyak mempengaruhi kegiatan/aktifitas sehari-sehari,” katanya.

Batasan umur orang lanjut usia (berumur 60 tahun (UU Nomor 13 Tahun 1998) dan 60-74 tahun /WHO. Dalam usia lanjut ini terkadang lansia gagal mempertahankan keseimbangan terhadap kesehatan dan cenderung menghadapi kondisi stress psikologis.

Baca juga:  Aksi Massa di Manokwari Tolak Jokowi 3 Periode dan DOB Papua

Kata dia, juga mengalami daya kemampuan untuk hidup. Lansia tanggung adalah upaya meskipun telah berusia 60 tahun ke atas lansia produktif.

“Tidak mudah memang menjadi lansia tetap tangguh, apalagi dengan keterbatasan aktivitas, cara berfikir, tingkat emosional dan intelegensia dan masalah-masalah lainnya. Agar lansia ini tetap produktif lansia juga bisa menjadi motivator untuk berbagai program, seperti kegiatan remaja, anak atau pasangan muda itu bisa didapat dari para lansia ini, karena mereka sudah berpengalaman,” jelas Christina.

Menurutnya, karena seperti kita ketahui bersama bahwa para lansia ini pernah muda dan melakukan banyak hal untuk pembangunan dan untuk keluarga . Sebagai bagian dari keluarga, kegiatan kita pada hari ini, yaitu: orientasi pendampingan perawatan jangka bagi lansia tangguh penting dilaksanakan sehingga kader.

Baca juga:  Hari ini Tim SAR akan Perluas Pencarian Korban Hilang di Kali Wariori hingga 30 Km

Christina menyebut ada 7 dimensi lansia. Meliputi aspek: dimensi spritual, lansia bisa belajar untuk menerima keadaan bahwa menerima keadaan bahwa ia mengalami perubahan fisik dan psikis saat menjadi lansia.

“Dimensi spiritual bisa diperkuat dengan mendekatkan diri dalam kegiatan rohani. Dengan begitu, lansia bisa lebih tawakal dan lebih wise, unsur intelektual lansia perlu terus dilatih dan terus diajak berfikir agar otak lansia jadi aktif terus,” jelasnya.

Dimensi Hobi: melakukan aktifitas sesuai Hobi sangat penting untuk dilakukan para lansia. Lalu dimensi kesehatan fisik: para lansia biasanya sudah mengalami penurunan kesehatan fisik sehingga harus selalu mengajak pada lansia tetap beraktivitas fisik.

“Dan juga dimensi vokasional. Di mana lansia biasanya memiliki keahlian tertentu, seperti yang ahli membuat anyaman, ahli menulis atau mengajar. Dengan mengembangkan keahlian, para lansia akan merasa bangga dengan tetap eksis atas keahlian di masyarakat,” papar Christina.

Baca juga:  Bupati Manokwari Minta Semua Kampung Miliki Kebun, Ketahanan Pangan-Kendalikan Inflasi

Selanjutnya dimensi sosial. Lansia cenderung menyendiri sehingga dengan mengembangkan diri maka lansia bisa bergaul dan bisa bergaul dan memiliki banyak teman seusianya.

“Jadi kalau lansia mau reuni, atau arisan, biarkan saja. Kalau dilarang dan diomelin melulu, mereka bisa merasa terpuruk. Dimensi lingkungan penting sekali memiliki lingkungan yang ramah lansia,” katanya.

Ada beberapa lansia yang memiliki keterbatasan fisik sehingga mereka membutuhkan beberapa alat bantu dalam bergerak. Diharapkan lewat kegiatan ini kata Christina, dapat meningkatkan pengetahuan pendamping lansia agar kegiatan bina keluarga lansia dapat berjalan dengan baik dan terutama lansia tetap memiliki kesehatan yang baik. (LPB2/red)

Latest articles

Dominggus Minta PBS Dievaluasi: Jangan Sampai Warga Punya Jaminan, tapi Bingung...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meminta program Papua Barat Sehat (PBS) dievaluasi agar jaminan kesehatan yang diberikan pemerintah benar-benar dapat digunakan...

More like this

Anak Dirawat Sepekan, Humairah Terbantu JKN Tanpa Beban Biaya

MANOKWARI, LinkPapua.id – Humairah Rhamat merasa terbantu dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat...

TK/PAUD hingga SMA di Manokwari PJJ Mulai 7 Oktober Imbas Kabut Asap

MANOKWARI, LinkPapua.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Manokwari, Papua Barat, memberlakukan pembelajaran jarak jauh...

Dinas Pendidikan Manokwari Terapkan PJJ Imbas Kabut Asap

MANOKWARI, Linkpapua.id– Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari resmi menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar...