MANOKWARI, LinkPapua.id – Nella Ullo (31), warga Kabupaten Manokwari, Papua Barat, lega anaknya bisa dirawat tanpa harus memikirkan biaya berkat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Anak bungsunya, Jumiati Ullo, sempat dirawat intensif di RSUD Papua Barat karena sakit malaria.
“Anak bungsu saya mengalami sakit sudah beberapa hari ini. Dia tidak mau makan dan kalaupun makan selalu dimuntahkan. Badannya juga panas tinggi. Sampai akhirnya tubuhnya tampak begitu lemah lalu saya segera membawanya ke rumah sakit,” ujar Nella dalam keterangannya, Minggu (14/9/2025).
Nella mengaku sempat panik saat anaknya mendadak sakit hingga harus masuk IGD. Namun, dia merasa lebih tenang karena anaknya terdaftar sebagai peserta JKN.
“Kalau tidak ada program JKN, saya tidak bisa membayangkan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan saat itu. Anak saya langsung ditangani oleh dokter yang jaga di IGD, diberikan obat serta tindakan medis yang diperlukan,” katanya.
“Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menyatakan jika anak saya sakit malaria dan menyarankan untuk melakukan rawat inap karena melihat kondisinya yang masih sangat lemah,” tuturnya.
Selama tiga hari menjalani perawatan inap, kondisi kesehatan Jumiati perlahan membaik. Nella pun merasa sangat bersyukur anaknya pulih dari sakit malaria.
Nella juga menilai pelayanan rumah sakit sangat memuaskan. Ia mengatakan meski anaknya pasien JKN, pelayanan dokter dan perawat tetap penuh perhatian.
“Selama menjalani rawat inap disini, kami mendapatkan pelayanan yang luar biasa dari petugas kesehatan di rumah sakit. Dokter dan perawat sangat ramah serta selalu memberikan penjelasan terkait dengan kondisi kesehatan anak saya,” ucapnya.
“Mereka sigap membantu dan selalu memastikan anak saya nyaman selama dirawat. Puji Tuhan setelah beberapa hari menjalani perawatan yang intensif, kesehatannya semakin membaik. Setiap kali melihat perkembangan positifnya, hati saya terasa lega. Saya terus berdoa agar anak saya bisa benar-benar sembuh total,” lanjutnya.
Bagi Nella, JKN tidak hanya meringankan biaya tapi juga memberi ketenangan batin. Ia mengaku tak lagi khawatir menunda pengobatan karena alasan biaya.
Di akhir ceritanya, Nella berharap masyarakat semakin sadar pentingnya perlindungan kesehatan. Dia juga mengingatkan peserta agar rutin membayar iuran demi keberlangsungan program.
“Kita tidak tahu kapan sakit itu akan datang, tapi dengan JKN saya merasa lebih siap. Keluarga saya sudah merasakan manfaatnya secara langsung. Program JKN sudah menjadi penolong yang menyelamatkan anak saya. Saya harap semoga program ini akan terus ada ke depannya agar tidak ada lagi keluarga, anak-anak yang kehilangan kesempatan untuk sembuh karena terkendala oleh biaya pengobatan,” tutupnya. (LP14/red)
