BMKG Prediksi Cuaca 2026 Lebih Panas, Cek Daftar Wilayah Terdampak di Sini!

Published on

JAKARTA, LinkPapua.id – BMKG memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami cuaca lebih panas sepanjang musim kemarau 2026. Meski begitu, kondisi panas dipastikan tidak akan seekstrem tahun 2024.

“Sepanjang 2026, kami memprediksikan bahwa suhu di Indonesia berkisar antara 25-29°C untuk rata-rata tahunannya,” ujar Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan dalam keterangannya, beberapa waktu lalu.

BMKG menyebut suhu rata-rata tahunan di Indonesia berada di kisaran 25 hingga 29 derajat Celsius. Suhu tersebut masih dalam rentang yang pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga:  Siap-siap! Papua Barat-PBD akan Dilanda Kemarau Hingga November

“Jadi secara akumulatif rata-rata nasional tahun 2026 itu berada di dalam range dari temperatur yang pernah terjadi selama beberapa tahun terakhir,” katanya.

BMKG mengidentifikasi sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami suhu di atas 28 derajat Celsius. Wilayah tersebut meliputi sebagian Sumatra selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, pesisir utara Jawa, dan Papua Selatan.

Sebaliknya, wilayah dataran tinggi diperkirakan memiliki suhu lebih rendah di bawah 25 derajat Celsius. Kawasan tersebut antara lain Bukit Barisan di Sumatra, Pegunungan Latimojong di Sulawesi, dan Pegunungan Jaya Wijaya di Papua.

Baca juga:  Gempa Magnitudo 3,7 Guncang Mansel Papua Barat

BMKG memproyeksikan puncak panas pada 2026 terjadi pada Agustus hingga September. Suhu rata-rata bulanan pada periode itu diperkirakan mencapai 25,5 hingga 30 derajat Celsius.

“Kita memang ekspektasikan tahun 2026 itu tidak sepanas tahun 2024. Demikian pula prediksi pusat global iklim lainnya di negara lain itu mayoritas dikarenakan saat ini berlangsung fenomena La Nina yang biasanya ikut secara temporer mendinginkan suhu permukaan bumi selama kurang lebih 1 tahun hingga 1,5 tahun,” tutur Ardhasena.

Baca juga:  PWI Pusat Gelar Safari Jurnalistik Perdana 2020

BMKG juga memperkirakan anomali suhu udara permukaan pada 2026 berada di kisaran -0,5 hingga +0,6 derajat Celsius. Anomali suhu tertinggi diprediksi terjadi di Kalimantan Timur dan sebagian Jambi.

Sementara itu, anomali suhu terendah diperkirakan terjadi di dataran tinggi Jawa Tengah dan beberapa wilayah Nusa Tenggara. BMKG menilai kondisi ini tetap menunjukkan tren lebih hangat di sebagian besar wilayah Indonesia. (*/red)

Latest articles

bp Kirim Jacket Pertama Proyek Tangguh UCC Menuju Lepas Pantai Fakfak...

0
KEPRI, LinkPapua.id – Perusahaan energi bp mengirimkan unit jacket pertama untuk kebutuhan instalasi lepas pantai di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Pengiriman alat berat ini...

More like this

Menkeu Purbaya Ngaku Kecolongan Anggaran Rp1 T Motor BGN gegara Software Eror

JAKARTA, LinkPapua.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku kecolongan terkait munculnya anggaran...

Pemerintah Siapkan CNG Jadi Alternatif LPG Subsidi untuk Rumah Tangga

JAKARTA, LinkPapua.id – Pemerintah merancang skema pemberian subsidi bagi penggunaan Compressed Natural Gas (CNG)...

SMSI: Verifikasi Dewan Pers Tidak Perlu untuk Kebebasan Pers

JAKARTA, LinkPapua.id - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menyatakan proses verifikasi perusahaan pers oleh...