BMP2I Papua Barat: PSN Sawit Ancam Hak Adat dan Hutan Papua

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – DPP Barisan Masyarakat Pengembangan Peningkatan Pembangunan Indonesia (BMP2I) Papua Barat menolak Proyek Strategis Negara (PSN) kelapa sawit di tanah Papua. Perlindungan hak adat dan penyelamatan paru-paru dunia menjadi dasar penolakan tersebut.

“Atas nama NGO kami menolak PSN kelapa sawit di tanah Papua. Tanah Papua merupakan pulau terakhir sebagai paru-paru dunia penyumbang oksigen terbesar,” kata Sekretaris Umum BMP2I Papua Barat Markus Fatem dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).

Markus menegaskan pembabatan hutan Papua untuk sawit akan berdampak fatal bagi iklim global. Dia menyebut ekosistem ini adalah benteng terakhir bagi biodiversitas makhluk hidup di alam semesta.

“Ini bagian dari menjaga keseimbangan ekosistem global, jika ditebang habis maka terjadi deforestasi, ekosistem, ekologi, dan biodirversitas makhluk hidup bagi alam semesta yang bersifat pro vita et pro patria,” ujarnya.

Dia menyoroti kondisi masyarakat asli Papua yang kini kian terancam maraknya izin pengelolaan lahan. Menurutnya, izin investasi tanah adat terus meningkat setiap tahun tanpa mempertimbangkan nasib warga lokal.

“Pemerintah selalu tekan kontrak kerjsa sama secara diam-diam dengan pihak investor tanpa libatkan masyarakat adat dengan alasan pembangunan dan kesejahteraan,” ucapnya.

“Sampai sekarang masyarakat adat di seluruh Papua tidak merasakan kesejahteraan. Ini fakta sesungguhnya dan itu artinya orang Papua tidak bisa menjadi tuan di negerinya sendiri, maka terjadi demonstrasi besar-besaran di Jayapura, Sorong, Merauke, Manokwari dan kota Timika” lanjutnya.

Markus juga mengkritik hilangnya hutan adat yang kini disulap menjadi area perkebunan sawit secara masif. Menurutnya, tidak adanya regulasi yang kuat membuat tanah milik masyarakat adat hilang begitu saja saat investor datang.

“Kami melihat keberadaan UU Otsus melindungi hak-hak orang asli Papua atas tanah adatnya. Namun, yang terjadi investor begitu mudahnya mengambil alih hak ulayat masyarakat adat dengan dukungan izin dari pemerintah, maka terjadi aksi penolakan terkait izin tambang dan kelapa sawit di Papua,” ketusnya. (*/red)

Latest articles

Satgas TMMD Mansel Ibadah Minggu Bersama Jemaat di Kampung Yamboi

0
MANSEL, LinkPapua.id – Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan (Mansel) mengikuti ibadah Minggu bersama jemaat di Kabupaten Mansel, Papua...

More like this

Dari Aitumieri, Dominggus Mandacan Dorong Pendidikan Jadi Fondasi Abad Kedua Peradaban Papua

TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendorong pendidikan menjadi fondasi pembangunan...

Gubernur Papua Barat Pertanyakan DBH Migas Otsus ke Presiden, 2027 Berkurang Rp400 Miliar

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mempertanyakan pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH)...

Prof Roberth Bidik 2 Gelar Champion untuk Papua Barat di Pesparani Nasional 2027

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Papua...