Dari Aitumieri, Dominggus Mandacan Dorong Pendidikan Jadi Fondasi Abad Kedua Peradaban Papua

Published on

TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendorong pendidikan menjadi fondasi pembangunan manusia Papua dalam memasuki abad kedua peradaban pendidikan di tanah Papua. Dia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, gereja, lembaga adat, keluarga, guru, dan generasi muda untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“100 satu tahun lalu, dari tempat yang sederhana, para guru, pendeta, dan tokoh adat, termasuk Pendeta Izaak Samuel Kijne, membuka pintu pengetahuan bagi anak-anak Papua sejak 1925 dengan iman, kerja keras, dan pengorbanan,” ujar Dominggus saat menghadiri Ibadah Syukur 101 Tahun Peradaban Orang Papua dan Deklarasi Pembangunan Peradaban Pendidikan Menuju Abad Kedua Peradaban di Aitumieri, Kabupaten Teluk Wondama, Minggu (25/10/2026).

Dominggus menyebut Aitumieri memiliki arti penting dalam sejarah pendidikan orang Papua karena menjadi salah satu tempat awal berkembangnya pendidikan di tanah Papua. Dia meminta peringatan 101 tahun peradaban pendidikan menjadi momentum untuk menghormati para perintis sekaligus memperbarui komitmen membangun generasi Papua.

Menurutnya, perjuangan para perintis pendidikan tidak boleh berhenti sebagai catatan sejarah. Nilai perjuangan tersebut harus diteruskan melalui kebijakan pembangunan, kehidupan keluarga, dan pembentukan karakter generasi muda Papua.

Dominggus menekankan pendidikan harus berjalan beriringan dengan iman untuk membentuk manusia Papua yang berkarakter. Dia juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai kasih, penghormatan terhadap sesama, serta pelestarian adat dan budaya.

“Pendidikan dan iman tidak dapat dipisahkan, karena keduanya membentuk manusia Papua yang berkarakter, takut akan Tuhan, mencintai sesama, dan menjunjung nilai adat dan budaya,” katanya.

Dia turut mengapresiasi tema Membangun Peradaban dari Rumah dan filosofi Wondama, Setiap Rumah adalah Sekolah dan Setiap Orang adalah Guru. Menurutnya, pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah dan pemerintah karena rumah menjadi tempat pertama bagi anak untuk belajar.

“Orang tua sebagai pendidik pertama, tokoh adat dan agama sebagai penuntun nilai, guru sebagai penyala kecerdasan, dan pemimpin sebagai teladan,” sebutnya.

Dominggus berharap gagasan pembangunan pendidikan berbasis keluarga dan budaya dari Wondama dapat menginspirasi kabupaten lain di Papua Barat. Dia menegaskan pemerintah provinsi memandang pendidikan sebagai investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mengurangi kemiskinan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat akan terus mendorong pendidikan berbasis budaya lokal dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Peningkatan mutu dan pemerataan guru juga menjadi perhatian pemerintah dalam memperluas akses pendidikan.

Selain itu, pemerintah mendorong penguatan sarana pendidikan, literasi, numerasi, dan teknologi digital untuk mempersiapkan generasi Papua menghadapi tantangan global. Pendidikan vokasi, kewirausahaan, riset, dan inovasi juga dinilai penting untuk memperluas kemampuan generasi muda.

“Menyiapkan generasi menghadapi tantangan global melalui pendidikan vokasi, kewirausahaan, riset, dan inovasi,” tegasnya.

Terkait gagasan pembangunan Politeknik Izaak Samuel Kijne Wondama, Dominggus menyebut rencana tersebut perlu dikaji melalui studi kelayakan. Kajian itu juga perlu mempertimbangkan kemitraan dengan perguruan tinggi dan skema pembiayaan yang berkelanjutan.

Menurutnya, pendidikan vokasi dapat membantu generasi muda Papua memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan dunia kerja. Upaya tersebut perlu didukung pemerataan akses pendidikan hingga wilayah terpencil.

Dominggus mengakui pembangunan pendidikan di Papua Barat masih menghadapi tantangan besar. Pemerintah harus memastikan anak-anak di perkotaan, kampung, dan wilayah pesisir terpencil memperoleh akses pendidikan yang layak.

“Setiap anak Papua, di kota maupun kampung dan pesisir terpencil, harus memperoleh pendidikan layak dengan guru yang cukup dan sejahtera serta sekolah yang memadai,” tuturnya.

Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga sejarah dan situs bersejarah sebagai bagian dari identitas masyarakat Papua. Pelestarian tersebut harus berjalan beriringan dengan keterbukaan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dominggus menegaskan pembangunan pendidikan membutuhkan kerja sama pemerintah, gereja, lembaga adat, keluarga, guru, dan generasi muda. Menurutnya, setiap pihak memiliki peran dalam membangun kualitas manusia Papua.

“Tidak ada pihak yang dapat bekerja sendiri. Hasil pendidikan hanya akan terwujud bila pemerintah, gereja, adat, keluarga, dan pemuda bekerja bersama,” ucap Dominggus.

Menjelang pembacaan deklarasi dan penandatanganan prasasti, Dominggus mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni. Dia meminta deklarasi pembangunan peradaban pendidikan menjadi komitmen bersama untuk membangun masa depan Papua.

Kepada para guru, dia berpesan agar terus menjadi pelita bagi anak-anak, sedangkan orang tua diminta menjadikan rumah sebagai tempat belajar yang penuh kasih. Para pemimpin juga diharapkan memberikan teladan dan generasi muda didorong untuk tekun belajar serta mencintai budaya.

“Dari Wondama untuk Papua, dari Papua untuk Indonesia dan dunia,” pungkasnya. (LP14/red)

Latest articles

Satgas TMMD Mansel Kembali Cek Rumah Warga Tak Layak Huni di...

0
MANSEL, LinkPapua.id – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan (Mansel) kembali mengecek rumah warga yang dinilai tidak layak huni di...

More like this

Gubernur Papua Barat Pertanyakan DBH Migas Otsus ke Presiden, 2027 Berkurang Rp400 Miliar

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mempertanyakan pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH)...

Prof Roberth Bidik 2 Gelar Champion untuk Papua Barat di Pesparani Nasional 2027

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Papua...

Prof Roberth Hammar Resmi Dilantik Jadi Ketua LP3KD Papua Barat 2026-2031

MANOKWARI, LinkPapua.id – Prof Dr Roberth KR Hammar resmi memimpin Lembaga Pembinaan dan Pengembangan...