BPBD Papua Barat Semarakkan HUT RI dengan Lomba dan Penanaman Pohon Kelapa

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – BPBD Papua Barat memeriahkan HUT ke-80 kemerdekaan RI dengan menggelar berbagai lomba hingga penanaman pohon kelapa. Kegiatan ini berlangsung di halaman kantor BPBD Papua Barat, Jumat (15/8/2025).

Kepala BPBD Papua Barat Derek Ampnir mengatakan lomba yang digelar meliputi tenis meja, tarik tambang, gaplek, makan kerupuk, dan joget balon. Selain itu, ada gerakan belanja hasil kebun serta makan bersama dengan nilai belanja Rp80 ribu.

Pembukaan lomba ditandai dengan penanaman lima pohon kelapa. Derek menyebut lima pohon itu melambangkan dasar negara yang terus dipelihara, dirawat, dan ditumbuhkan hingga kini.

Baca juga:  Mendagri Tito Minta Pemerintah Daerah Dukung Gerakan Stop Boros Pangan

Dia menjelaskan, setiap lomba akan diambil dua pemenang sebagai juara 1 dan 2. Para pemenang akan mendapatkan hadiah uang tunai.

“Ini juga dalam rangka semangat hari pramuka yang mana pohon kelapa menjadi lambang pramuka dengan segala manfaatnya,” ujarnya.

Derek menuturkan lima pohon kelapa itu diserahkan kepada ketua panitia untuk ditanam di Dermaga SAR Sowi 4 milik BPBD Papua Barat. Penanaman dilakukan oleh kelompok yang sudah ditugaskan.

Dia memilih kelapa karena memiliki filosofi peradaban dan kebudayaan manusia. Menurutnya, secara etnologi suku besar Biak menganggap pohon kelapa sebagai dasar dan filosofi hidup.

Baca juga:  Akses Informasi BLUD Belum Merata, Papua Barat Dorong Pembinaan Digital

Derek menambahkan, kelapa memiliki sejarah dan nilai pendidikan bagi peradaban manusia di tanah Papua. Ia menyebut semua bagian kelapa bermanfaat, mulai dari akar hingga daun.

Kemudian, Derek mengajak seluruh masyarakat Papua Barat menggelorakan semangat kemerdekaan HUT RI ke-80. Ia menegaskan perayaan kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara.

“Menggelorakan kemerdekaan dapat dalam bentuk apa pun, dengan lomba-lomba, bakti sosial, penanaman pohon, kebersihan lingkungan, donor darah, mengibarkan bendera merah putih di puncak gunung, di atas laut dan di mana saja semangat kemerdekaan harus wujud dalam setiap orang,” ungkapnya.

Baca juga:  Gubernur Dominggus Puji Kantor BI Papua Barat yang Selaras Budaya

Derek mengingatkan, nilai perjuangan kemerdekaan membuat Indonesia bisa merdeka hingga sekarang. Tanpa itu, masyarakat masih akan hidup dalam penjajahan.

“Kita mempunyai sejarah penjajahan yang panjang hingga 350 tahun. Kemudian di tanah Papua sendiri tahun 1969 setelah Pepera barulah kita ada dalam NKRI. Jika tanpa perjuangan dan sejarah panjang, maka kita tidak bisa menjadi apa-apa, kita tidak bisa jadi pejabat dan tidak mungkin mendapatkan pendidikan yang bebas,” bebernya. (LP14/red)

Latest articles

Regulasi OAP, MRPB Tegaskan Berani Tolak Pasal Tak Akomodatif

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) menegaskan keberanian untuk menolak pasal dalam regulasi Orang Asli Papua (OAP) yang dinilai belum mengakomodasi kebutuhan...

More like this

Regulasi OAP, MRPB Tegaskan Berani Tolak Pasal Tak Akomodatif

MANOKWARI, LinkPapua.id – Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) menegaskan keberanian untuk menolak pasal dalam...

Mudah Pindah Faskes JKN, Bumil di Manokwari Terbantu Sambut Persalinan Anak Ke-4

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ibu hamil (bumil) peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Ema Onawame (27)...

Patrick Meyer Dorong Penguatan Anggaran Perumda Minyei Arfak

MANOKWARI, Linkpapua.id-Anggota Komisi II DPRK Manokwari Patrick Y. Meyer mendorong Pemerintah Kabupaten Manokwari memberikan...