BPS: Ekspor Papua Barat Anjlok 27,51% di Januari 2026

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kinerja ekspor Provinsi Papua Barat mengawali tahun 2026 dengan tren penurunan yang cukup signifikan. Nilai perdagangan luar negeri wilayah ini merosot tajam hingga puluhan persen dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya.

“Ekspor Papua Barat pada Januari 2026 turun 27,51 persen dibanding Desember 2025, yaitu dari US$313,43 juta menjadi US$227,20 juta,” tulis Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan resminya, Senin (9/3/2026).

Komoditas bahan bakar mineral tetap memegang peranan vital sebagai tulang punggung ekspor di wilayah Papua Barat. Sektor ini memberikan kontribusi yang sangat mutlak terhadap total nilai pengapalan barang ke luar negeri.

“Bahan bakar mineral (HS27) merupakan golongan barang yang memiliki nilai ekspor terbesar di Papua Barat pada Januari 2026, yaitu sebesar US$225,55 juta atau 99,27 persen dari total ekspor Papua Barat,” lanjut BPS.

Baca juga:  September 2022, Papua Barat Alami Inflasi 1,02 Persen

Tiongkok mengukuhkan posisinya sebagai mitra dagang utama dan tujuan ekspor paling dominan bagi Papua Barat di awal tahun ini. Seluruh aktivitas logistik internasional tersebut dipantau melalui lima titik pintu keluar pelabuhan utama.

“Tiongkok merupakan negara/wilayah/entitas tertentu tujuan ekspor Papua Barat terbesar dengan nilai ekspor sebesar US$119,39 juta dengan kontribusi sebesar 52,55 persen,” sebut BPS.

“Ekspor Papua Barat pada bulan Januari 2026 melalui 4 (empat) pelabuhan laut dan 1 (satu) pelabuhan udara,” tambahnya.

Baca juga:  Inflasi Tahunan Papua Barat 2,69 Persen September 2023

Selaras dengan kondisi ekspor, aktivitas impor di Papua Barat juga terpantau mengalami penurunan yang jauh lebih drastis. Seluruh barang yang didatangkan ke dalam wilayah ini hanya terfokus pada satu kelompok komoditas spesifik.

“Impor Papua Barat pada Januari 2026 turun 67,41 persen dibanding Desember 2025 dari sebelumnya US$4,96 juta,” papar BPS.

“Garam, belerang, kapur (HS25) merupakan golongan barang yang memiliki nilai impor terbesar di Papua Barat pada Januari 2026, yaitu sebesar US$1,62 juta atau 100,00 persen dari total impor Papua Barat,” tulisnya.

Oman tercatat sebagai satu-satunya negara pemasok barang impor bagi Papua Barat sepanjang bulan Januari 2026. Meski kinerja ekspor dan impor melambat, neraca perdagangan daerah ini masih mencatatkan angka surplus yang sangat tinggi.

Baca juga:  Tiongkok Masih Jadi Tujuan Ekspor Tertinggi Papua Barat

“Oman merupakan satu-satunya negara/wilayah/entitas tertentu asal impor Papua Barat pada Januari 2026, yaitu sebesar US$1,62 juta atau 100,00 persen dari total impor Papua Barat,” tulis laporan tersebut.

“Neraca perdagangan Papua Barat pada Januari 2026 mengalami surplus sebesar US$225,59 juta,” tutup BPS.

Secara keseluruhan, volume neraca perdagangan Papua Barat juga menunjukkan performa sehat dengan surplus sebesar 480,63 ribu ton. Data ini menggambarkan bahwa stabilitas ekonomi luar negeri Papua Barat masih terjaga di tengah fluktuasi nilai perdagangan global. (*/red)

Latest articles

Regulasi OAP, MRPB Tegaskan Berani Tolak Pasal Tak Akomodatif

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) menegaskan keberanian untuk menolak pasal dalam regulasi Orang Asli Papua (OAP) yang dinilai belum mengakomodasi kebutuhan...

More like this

Regulasi OAP, MRPB Tegaskan Berani Tolak Pasal Tak Akomodatif

MANOKWARI, LinkPapua.id – Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) menegaskan keberanian untuk menolak pasal dalam...

Mudah Pindah Faskes JKN, Bumil di Manokwari Terbantu Sambut Persalinan Anak Ke-4

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ibu hamil (bumil) peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Ema Onawame (27)...

Gubernur Lepas 210 Peserta Ziarah Keagamaan Papua Barat, Minta Jadi Teladan Masyarakat

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan melepas 210 peserta program perjalanan keagamaan...