MANSEL, LinkPapua.id – Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Regional Papua merancang kolaborasi bersama Bapelitbangda Manokwari Selatan (Mansel) untuk membangun ekosistem inovasi daerah. Kerja sama ini bertujuan memperluas jangkauan teknologi riset agar produk unggulan di wilayah Indonesia timur memiliki daya saing yang lebih tinggi.
“Kunjungan dalam rangka koordinasi untuk pengelolaan ekosistem inovasi di daerah seperti Kabupaten Manokwari Selatan,” kata Ketua TIM BRIN Regional Papua Raden Agus Sampurna dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).
Agus menilai kemajuan teknologi saat ini masih terpusat di wilayah barat Indonesia. BRIN berupaya membawa teknologi tersebut ke Papua guna meningkatkan produktivitas, kualitas, hingga efisiensi komoditas lokal.
“Kita ke sini supaya bagaimana menyambungkan teman-teman periset di unit periset BRIN dengan pelaku usaha dan OPD untuk industri masyarakat melalui Brida, Bappeda,” ujarnya.
Rencana kolaborasi ini juga menyasar pemberdayaan para periset dari perguruan tinggi. Pihak BRIN ingin melibatkan tenaga ahli tersebut untuk membantu pemerintah daerah menuntaskan berbagai permasalahan pembangunan.
“Nantinya pertama kita pembinaan teknis untuk Brida, Bappeda, dalam hal melakukan riset inovasi daerah,” tambah Agus.
Kepala Bapelitbangda Mansel Christofol R Mandacan memberikan apresiasi atas kedatangan tim riset nasional tersebut. Pihaknya mendukung penuh upaya BRIN yang ingin memajukan komoditas lokal melalui dukungan riset yang mendalam.
Christofol memaparkan sejumlah potensi komoditas unggulan yang memerlukan sentuhan inovasi riset. Potensi tersebut mencakup tanaman kakao, kopi arabika, keladi, hingga tanaman sagu.
Dia juga menyebutkan keberadaan potensi pisang yang tersebar di wilayah Mansel. Semua komoditas ini menjadi fokus pengembangan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di berbagai distrik. (*/red)







