MANOKWARI, Linkpapua.id- Pasca temuan roti berjamur di salah satu SD di Wosi, Wakil Bupati Manokwari Mugiyono mengatakan terdapat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diberhentikan sementara operasionalnya.
Ia mengatakan pemberhentian sementara tersebut merupakan hasil koordinasi antara Badan Gizi Nasional (BGN) Papua Barat dan BGN pusat, setelah dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan distribusi MBG di lapangan.
“Satgas MBG Manokwari sebelumnya telah menggelar rapat bersama Koordinator Regional MBG Papua Barat untuk memantau kondisi terkini penerapan program MBG di Kabupaten Manokwari,”ujar dia Sabtu (17/1/2026).
Dalam peristiwa tersebut tidak ditemukan kasus keracunan maupun kejadian luar biasa (KLB). Meskipun begitu dalam upaya peningkatan kualitas layanan MBG, BGN tetap menjatuhkan sanksi berupa pemberhentian sementara terhadap SPPG terkait.
“Satgas memastikan jangkauan penerima manfaat semakin luas dan juga menjamin makanan yang dibagikan aman, layak konsumsi, dan memenuhi standar gizi. Jika ditemukan pelanggaran atau kendala di lapangan, kami akan segera menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan BGN,” pungkasnya.
Mugiyono menambahkan, Satgas MBG Manokwari akan terus memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di daerah. Satgas MBG sendiri melibatkan instansi teknis yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan program, seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.
Selain itu, disampaikannya juga Rapat tersebut membahas berbagai kendala teknis yang terjadi selama proses pendistribusian makanan ke sekolah-sekolah. Sesuai data, Kabupaten Manokwari sebagai daerah dengan jumlah penerima MBG tertinggi di Provinsi Papua Barat, bahkan di wilayah Tanah Papua.
“Satgas MBG terus mendorong pemerataan penerima manfaat, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang hingga kini belum sepenuhnya terjangkau program tersebut,”tutup dia.(LP3/Red)
