27.9 C
Manokwari
Minggu, Februari 8, 2026
27.9 C
Manokwari

Search for an article

More

    Pertamina Patra Niaga Ajak Murid PAUD di Laha Ambon Sulap Sampah Jadi Karya Ecoprint

    Published on

    AMBON, LinkPapua.id – Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Pattimura menggandeng PAUD Sadar Lingkungan untuk mengedukasi anak usia dini di Dusun Wailawa, Negeri Laha, Kota Ambon, Maluku. Kegiatan bertajuk Darling Recycle Creative Day ini menyulap limbah menjadi karya seni bernilai estetik.

    “Kami berharap kegiatan ini dapat membangun kesadaran lingkungan sejak dini serta mendorong PAUD Sadar Lingkungan menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain dalam mengimplementasikan edukasi daur ulang sampah secara kreatif, aplikatif, dan berkelanjutan,” ujar AFT Manager AFT Pattimura, Febri Nur Faizin, dalam keterangannya, Minggu (8/2/2026).

    Febri menegaskan program ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan. Pihaknya berupaya menanamkan kepedulian terhadap alam lewat metode yang menyenangkan bagi anak-anak.

    “Darling Recycle Creative Day tidak hanya melatih kreativitas anak, tetapi juga mengasah motorik halus serta memperkuat interaksi positif antara anak dan orang tua melalui kegiatan kolaboratif,” jelas Kepala Sekolah PAUD Sadar Lingkungan, Santi Sainyakit.

    Santi menjelaskan teknik yang diajarkan adalah ecoprint pounding atau teknik pukul menggunakan dedaunan dan bunga alami. Sebanyak 50 murid terlihat antusias memindahkan pigmen warna ke media kain perca menggunakan palu kayu.

    “Kami membiasakan anak-anak untuk memilah dan mendaur ulang sampah dalam aktivitas sehari-hari sebagai bagian dari pembentukan karakter peduli lingkungan,” ungkap guru PAUD setempat, Nilci Angelica.

    Nilci menyebut kurikulum sekolah memang sengaja dirancang untuk menciptakan generasi yang cinta lingkungan secara berkelanjutan. Selain anak-anak, sebanyak 45 orang tua turut hadir mendampingi agar nilai-nilai daur ulang ini juga diterapkan di lingkungan rumah.

    “Pendekatan belajar langsung seperti ini membuat anak-anak lebih antusias dan mudah memahami pentingnya menjaga lingkungan,” pungkas salah satu orang tua murid, Hasni Sidik.

    Hasni mengapresiasi metode belajar di luar kelas yang dianggap lebih efektif dibandingkan sekadar teori. Kegiatan ini diakhiri dengan proses penguncian warna menggunakan larutan tawas agar karya seni buatan anak-anak tersebut tetap awet. (*/red)

    Latest articles

    Kisah Marthina Warga Manokwari: Merasa Aman Berkat JKN, Berobat Tanpa Biaya

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Marthina Abago (56), seorang warga Manokwari, Papua Barat, membagikan pengalamannya mendapatkan perlindungan kesehatan menyeluruh melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kehadiran...

    More like this

    Januaris Iba Ajak Pejabat di Tanah Papua Pegang Teguh Nilai-Nilai Agama

    TELUK BINTUNI, Linkpapua.id-Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Injil Masuk di Tanah Papua yang...

    Tindaklanjuti Instruksi Ketua Bawaslu RI, Bawaslu Manokwari Mulai Lakukan Konsolidasi Demokrasi

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Menindaklanjuti Instruksi Ketua Bawaslu RI Nomor 2 Tahun 2026 tentang Tugas Konsolidasi Demokrasi...

    Program JKN Jamin Layanan Ibu Hamil di Manokwari, dari USG hingga Obat

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan perlindungan menyeluruh bagi ibu hamil...
    Exit mobile version