Bupati Mansel di HUT PGRI Ke-80: Guru Hebat Mengajar dengan Hati

Published on

MANSEL, LinkPapua.id – Bupati Manokwari Selatan (Mansel) Bernard Mandacan memimpin upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Dalam amanatnya, Bernard menegaskan bahwa guru hebat adalah guru yang mengajar dengan hati, adaptif, dan berinovasi.

Upacara peringatan HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional (HGN) itu dipusatkan di lapangan SMA Negeri 1 Ransiki, Jumat (28/11/2025). Bernard membacakan amanat dari Menteri Pendidikan terkait peran sentral guru.

Bernard menyebut HGN ini bukan sekadar seremonial, tetapi penegasan kembali atas tugas mulia yang diemban guru. Tugas mulia itu adalah mencerdaskan, membentuk karakter, dan menjaga masa depan Indonesia.

Lanjut Bernard menambahkan, guru hebat adalah guru yang mengajar dengan hati, adaptif, dan berinovasi. Peringatan HGN ke-80 Tahun ini mengangkat tema Guru Hebat Indonesia Kuat.

Dia menyoroti isu tata kelola guru yang selama ini menjadi keluhan. Menurutnya, keluhan itu mencakup rumitnya tata kelola hingga isu keterlambatan tunjangan profesi.

Baca juga:  Gubernur Dominggus Letakkan Batu Pertama Rumah Pastori GPdI Raharoi, Sumbang 200 Sak Semen

“Kebijakan transformasi guru, sentralisasi tata kelola telah lama kita mendengar keluhan mengenai rumitnya tata kelola guru, Ketimpangan distribusi, ketidakjelasan status, hingga isu keterlambatan tunjangan profesi, seringkali menjadi beban yang mengganggu fokus utama guru dalam mengajar,” ujarnya.

Dengan penarikan pengelolaan ASN guru ke pusat, disparitas dan keterlambatan pembayaran tunjangan diharapkan hilang. Kesejahteraan guru diharapkan menjadi lebih terjamin, seragam, dan tepat waktu.

“Dengan pengelolaan ASN guru ditarik ke pusat, diharapkan tidak ada lagi disparitas atau keterlambatan dalam pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tambahan Penghasilan (Tamsil), sehingga kesejahteraan menjadi lebih terjamin, seragam, dan tepat waktu,” ucapnya.

Bernard juga menjelaskan bahwa sentralisasi ini memungkinkan Kemendikdasmen melakukan pemetaan kebutuhan dan penempatan guru secara lebih optimal. Hal ini juga memastikan setiap sekolah, termasuk yang berada di daerah 3T, mendapatkan guru berkompeten.

Baca juga:  HUT Ke-13 Mansel, Bupati Bernard Beberkan Makna Tema Maju, Mandiri, dan Berbudaya

Kebijakan ini juga diklaim menjadi solusi struktural jangka panjang untuk menyelesaikan masalah status dan formasi Guru Honorer. Masalah status dan formasi ini selama ini bergantung pada anggaran dan kebijakan pemerintah daerah.

“Sentralisasi memungkinkan Kemendikdasmen melakukan pemetaan kebutuhan dan penempatan guru secara lebih optimal serta memastikan setiap sekolah, termasuk yang berada di daerah 3T, mendapatkan guru yang berkompeten sesuai standar nasional,” bebernya.

Dia melanjutkan bahwa kebijakan ini adalah bentuk komitmen nyata pemerintah untuk melindungi dan memuliakan profesi Guru. Pihaknya ingin guru dapat fokus penuh pada tugas mendidik tanpa terbebani urusan administrasi yang berlarut-larut.

“Kebijakan ini adalah bentuk komitmen nyata pemerintah untuk melindungi dan memuliakan profesi Guru. Kami ingin Guru fokus pada tugas mendidik, tanpa perlu khawatir akan urusan administrasi yang berlarut-larut,” terangnya.

Baca juga:  Masyarakat Adat Sampaikan Aspirasi Hak Ulayat Bandara Anggi ke Gubernur Papua Barat

Bernard meminta para guru dan pembangun insan cendekia untuk terus beradaptasi, karena perubahan adalah keniscayaan. Pendidikan tidak boleh stagnan dan harus terus maju demi membangun Indonesia yang kuat.

Dia menekankan bahwa pemerintah tidak meminta guru bekerja lebih keras, tetapi bekerja lebih cerdas, fokus, dan bermakna. Pemerintah akan terus berupaya menghilangkan segala kendala struktural yang membelenggu potensi mereka.

“Kami tidak meminta anda bekerja lebih keras, kami meminta anda bekerja lebih cerdas, fokus, dan bermakna dan kami akan terus berupaya menghilangkan segala kendala struktural yang membelenggu potensi anda,” sebutnya.

Untuk itu, peringatan Hari Guru Nasional 2025 ini harus dijadikan momentum untuk memperbaharui janji kepada bangsa. Dia menutup amanatnya dengan memberikan ucapan selamat.

“Mendidik dengan hati, mengabdi tanpa henti”, selamat Hari Guru Nasional 2025. Guru hebat, Indonesia kuat,” tutup Bernard. (LP11/red)

Latest articles

Realisasi TKD 72 Persen, Wabup Bintuni Minta OPD Tuntaskan Program

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta organisasi perangkat daerah (OPD) segera menuntaskan program yang anggarannya telah tersedia. Permintaan...

More like this

Realisasi TKD 72 Persen, Wabup Bintuni Minta OPD Tuntaskan Program

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta organisasi perangkat...

HUT Lalu Lintas ke-71, Kapolda Papare Tekankan Polisi Harus Jadi Teladan Tertib Berlalu Lintas

MANOKWARI, Linkpapua.id– Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas ke-71, jajaran Direktorat Lalu Lintas...

Pemkab Manokwari Pastikan Peserta JKN Tak Dibebani Iur Biaya Tambahan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemkab Manokwari, Papua Barat, bersama BPJS Kesehatan memperkuat kepesertaan dan keaktifan...