DAP Wilayah III Doberai Minta Kapolda Tindak Tegas Mafia Illegal Logging di PBD

Published on

SORONG, Linkpapua.com– Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberai Ronald Konjol meminta keseriusan Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol Gatot Haribowo menindak tegas mafia kayu ilegal (illegal logging) yang beraktivitas di sejumlah kabupaten di Papua Barat Daya. Ronald Konjol menyebut para mafia kayu ini telah merampas hak-hak warga.

“Mereka melakukan deforestasi di Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Maybrat, Kabupaten Tambrauw dan Kabupaten Raja Ampat,” ujar Ronald, Senin (06/01/2025).

Menurutnya, lima kabupaten tersebut menjadi pusat deforestasi kayu ekspor ilegal jenis Merbauw. Ronald mengungkapkan, para mafia ini telah lama beraktivitas, namun tak tersentuh hukum.

“Para oknum mafia kayu seperti terdapat dugaan mafia kayu berinisial M dan LS. Kedua inisial ini juga memiliki ilegal Export Wood Supplier jenis Merbauw. Dan keduanya juga memiliki industri pengolahan kayu di wilayah Muswaren Kabupaten Sorong Selatan dan Tampa Garam Kota Sorong, yang bahan pokoknya berasal dari kayu pacakan olahan masyarakat, bukan kayu yang diambil dari HPH dalam bentuk log guna dijadikan bahan pokok olahan kayu ekspor,” papar Ronald.

Ronald berharap pihaknya dilibatkan dalam penertiban para pelaku ilegal logging.

“Dewan Adat Papua Wilayah III Doberai dan masyarakat harus dilibatkan dalam penertiban. Sehingga kami bisa tahu kinerja daripada pihak penegak hukum Polda Papua Barat Daya itu sendiri,” tandasnya.

Dewan Adat Papua juga akan mengontrol dan mengawasi proses hukum yang kelak berjalan. Sehingga kata Ronald, pihaknya tahu sampai sejauh mana aparat mengambil tindakan terhadap para pelaku.

“Oleh sebab itu, segala bentuk kasus hukum illegal logging harus diberantas karena Papua adalah paru-paru dunia dan deforestasi yang terjadi di wilayah Papua Barat Daya diakibatkan oleh perkebunan kelapa sawit serta pengolahan kayu ekspor ilegal jenis Merbauw,” terang Ronald Konjol.

Ronald Konjol juga mengajak semua elemen masyarakat dan instansi Pemerintah Daerah untuk bekerja sama dengan penegak hukum guna memberantas illegal logging di Provinsi Papua Barat Daya. Kata Ronald, selama ini ada dugaan keterlibatan aparat dan instansi vertikal sebagai beking.

“Ada yang sengaja membackup para mafia kayu di Provinsi Papua Barat Daya ini, sehingga Illegal Export Wood Supplier jenis Merbauw menjamur di Kabupaten Sorong dan Sorong Selatan,” imbuhnya.(LP10/Red)

Latest articles

Bupati Yohanis Tinjau Aset BP Tangguh, Babo Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi...

0
TELUK BINTUNI, Linkpapua.id-Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, mengharapkan Distrik Babo sebagai pintu masuk Teluk Bintuni, dan distrik tertua ke depan akan ditata menjadi wilayah...

Akhirnya! Jokowi Tunjukkan Ijazah ke Publik

More like this

Bupati Yohanis Tinjau Aset BP Tangguh, Babo Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi Pesisir

TELUK BINTUNI, Linkpapua.id-Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, mengharapkan Distrik Babo sebagai pintu masuk Teluk...

Depicab SOKSI Teluk Bintuni Dukung Fraksi Golkar Pertanyakan Penurunan 81 Persen DBH Migas Otsus 2027

MANOKWARI, Linkpapua.id- Dewan Pimpinan Cabang Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depicab SOKSI) Kabupaten Teluk...

Satreskrim Polresta Manokwari Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Pelajar, Peragakan 32 Adegan

MANOKWARI, Linkpapua.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Manokwari pada Kamis (5/11/2026)menggelar rekonstruksi kasus...