Kegiatan yang digelar Minggu (27/9/2026) di Masjid Ridwanul Bahri tersebut menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat dan kemampuan dalam bidang keagamaan, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.
Ketua BKPRMI Kabupaten Manokwari, Masrawi Aryanto, mengatakan FASI tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya membangun generasi muda yang mampu membawa nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
“FASI ini tidak hanya sekadar lomba, tetapi bagaimana kita membangun generasi muda yang membawa kebaikan di Manokwari. Generasi yang mampu mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan daerah harus diawali dengan pembangunan manusia yang memiliki ilmu dan akhlak yang baik. Karena itu, FASI diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan bakat anak sekaligus memperkuat ukhuwah.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut anak-anak dapat semakin mengenal, memahami dan mencintai Al-Qur’an. Para peserta terbaik nantinya akan mewakili Kabupaten Manokwari pada FASI tingkat Provinsi Papua Barat.
Dalam pelaksanaan FASI tahun ini, terdapat dua kategori peserta, yakni kategori TPA dan TPQ. Untuk kategori TPA, cabang yang dilombakan meliputi tartil Al-Qur’an, azan, Cerdas Cermat Al-Qur’an (CCA) dan ceramah.
Sementara untuk kategori TPQ, cabang yang diperlombakan yakni tilawah, Juz Amma, CCA, kaligrafi dan ceramah.
Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, mengatakan kegiatan FASI merupakan momentum penting untuk menggali dan mengembangkan potensi anak-anak yang belajar di TPA maupun TPQ.
Ia menyebutkan, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Kabupaten Fakfak dan Manokwari Selatan. Setelah pelaksanaan di tingkat kabupaten, FASI tingkat Provinsi Papua Barat dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober 2026.
“Dari tingkat provinsi, para pemenang nantinya akan dibawa ke tingkat nasional pada tahun depan,” katanya.
Menurut Mugiyono, kegiatan seperti FASI dapat memberikan motivasi kepada anak-anak untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan mereka di bidang keagamaan.
Pemerintah Kabupaten Manokwari, kata dia, memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi penerus yang memiliki kemampuan, karakter dan akhlak yang baik.
“Kegiatan ini bisa memunculkan potensi anak-anak di TPA dan TPQ, sekaligus memberikan motivasi. Generasi penerus harus dipersiapkan untuk menggantikan generasi yang sudah ada,” ujarnya.(LP3/Red)
