MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mendorong Gerakan Tanam Padi PM-AAS di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, dengan target luas tanam mencapai 634 hektare. Pemprov Papua Barat menegaskan target tersebut tidak boleh berhenti pada capaian luas lahan, tetapi harus berlanjut hingga produksi, panen, dan pemasaran.
“Gerakan tanam ini merupakan wujud nyata komitmen kita bersama dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Staf Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Kemasyarakatan dan SDM Nency Titty Lidya Wyzer saat mewakili Gubernur Papua Barat Dominggus dalam kegiatan Gerakan Tanam Padi PM-AAS di lahan sawah Kampung Desay SP2, Jalur 3 Barat, Distrik Prafi, Manokwari, Rabu (30/9/2026).
Target 634 hektare tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan lahan produktif di Prafi sekaligus meningkatkan produksi pangan daerah. Distrik Prafi disebut sebagai salah satu kawasan pertanian unggulan yang memiliki potensi untuk mendukung kebutuhan pangan Papua Barat.
Nency mengatakan keberhasilan program tidak cukup diukur dari luas lahan yang ditanami. Produksi, hasil panen, dan kepastian pemasaran harus menjadi bagian dari capaian program agar berdampak terhadap pendapatan petani.
“Gerakan tanam padi PM-AAS menuju 634 hektare harus menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. Kita tidak hanya mengejar target luas tanam, tetapi juga memastikan keberhasilan produksi hingga panen dan pemasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Menurut Nency, sektor pertanian berkaitan langsung dengan ketersediaan pangan sekaligus sumber penghidupan masyarakat. Karena itu, pengembangan pertanian perlu diarahkan pada peningkatan produksi dan pendapatan petani.
Nency mendorong dukungan pertanian dilakukan sejak persiapan lahan hingga hasil panen terserap pasar. Sarana dan prasarana, pendampingan penyuluh, peningkatan kapasitas petani, serta penggunaan teknologi pertanian perlu berjalan secara berkelanjutan.
Dia meminta Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat turut mengawal program swasembada pangan secara berkelanjutan. Lembaga tersebut merupakan perpanjangan tangan Kementerian Pertanian di daerah.
“Pemerintah akan terus mendukung melalui penyediaan sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas petani, pendampingan penyuluh, serta pemanfaatan teknologi pertanian yang lebih modern dan efisien,” tuturnya.
Selain itu, Nency mengapresiasi petani yang selama ini menjadi ujung tombak produksi pangan di Papua Barat. Ia juga mendorong generasi muda melihat pertanian sebagai sektor yang dapat berkembang melalui pemanfaatan teknologi dan tata kelola yang baik.
Nency berharap Gerakan Tanam Padi PM-AAS di Prafi tidak berhenti sebagai agenda seremonial pembukaan musim tanam. Target 634 hektare harus dikawal dari hulu hingga hilir, mulai dari kesiapan lahan, sarana produksi, pendampingan petani, produktivitas, pengendalian gangguan tanaman, hingga kepastian pasar.
“Dengan semangat gotong royong, kerja keras, dan komitmen seluruh pihak, target yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik. Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah penting menuju Papua Barat yang mandiri pangan, maju, dan sejahtera,” ucapnya. (LP14/red)
