MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat persatuan dan toleransi di tanah Papua. Pesan ini disampaikan di sela kemeriahan pawai tarian tamborin dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-171 Pekabaran Injil (PI).
“Pawai ini bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi merupakan ungkapan syukur atas transformasi besar yang terjadi di tanah Papua. Injil tidak hanya membawa agama, tetapi juga pendidikan, kesehatan, dan peradaban,” ujar Dominggus di RTP Borasi, Manokwari, Selasa (3/2/2026).
Dominggus menilai peringatan 171 tahun masuknya Injil memiliki nilai sejarah yang sangat kuat bagi masyarakat Papua. Momentum ini merujuk pada pendaratan dua penginjil, C.W. Ottow dan J.G. Geissler, di Pulau Mansinam pada 5 Februari 1855 silam.
Gubernur juga menyoroti pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama dan lintas denominasi gereja. Keterlibatan generasi muda dalam pawai tersebut dianggap sebagai simbol semangat persatuan yang kokoh.
“Pemerintah provinsi terus membangun infrastruktur, namun pembangunan manusia secara spiritual melalui kegiatan keagamaan seperti KKR adalah fondasi agar pembangunan fisik tidak sia-sia,” katanya.
Dominggus menegaskan pembangunan fisik yang megah di daerah akan kehilangan makna tanpa karakter spiritual yang kuat. Oleh karena itu, pembangunan spiritual warga menjadi prioritas utama untuk menjaga identitas Papua Barat.
Kegiatan pawai tarian tamborin dan kebaktian kebangunan rohani (KKR) ini berlangsung tertib di pusat kota Manokwari. Ribuan warga tumpah ruah merayakan suka cita menyambut ibadah puncak perayaan PI yang tinggal menghitung hari.
Dominggus berharap suasana aman dan damai ini terus terjaga hingga puncak acara. Hal ini diharapkan menjadi cerminan Papua Barat sebagai tanah yang bermartabat dan religius. (LP14/red)
