Gubernur Papua Barat Dorong Peran PT dan Ormas Percepat Data Penduduk

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendorong keterlibatan organisasi masyarakat (ormas) dan perguruan tinggi (PT) untuk mempercepat pencatatan data penduduk di wilayahnya. Pelibatan ini dinilai strategis dalam menjamin hak sipil warga dan mendukung program pembangunan daerah.

“Melibatkan lembaga masyarakat dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis pemerintah dalam menjabarkan 4 pilar Indonesia Emas 2045 dan astacita Presiden (Prabowo Subianto) pada cita ke 4 yakni pembangunan sumber daya manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta tata kelola pemerintahan,” ujar Dominggus Selasa (11/11/2025).

Dominggus menjelaskan bahwa pemerintah wajib memberikan perlindungan hukum serta status hak-hak sipil kepada setiap warga negara. Negara harus hadir dalam menyelenggarakan administrasi kependudukan sampai ke depan pintu rumah masyarakat.

Baca juga:  Besok Orideko-Mansyur Kampanye Akbar di Pantai WTC, Bakal Hadirkan Puluhan Ribu Pendukung   

Pelayanan publik di bidang kependudukan harus terus ditingkatkan sehingga dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Ia menyadari bahwa keberagaman suku, keadaan sosial budaya, dan geografis di Papua Barat menjadi tantangan tersendiri dalam memenuhi administrasi kependudukan masyarakat.

Menurut Dominggus, pelayanan Dukcapil yang inklusif diharapkan dapat mengatasi berbagai tantangan tersebut. Hal ini perlu dilakukan dengan membangun sinergi antar lembaga, baik di level provinsi maupun kabupaten melalui kolaborasi program dan kegiatan ke depan.

Terobosan Dukcapil di era digital saat ini adalah pengembangan aplikasi identitas kependudukan digital (IKD). Aplikasi ini dapat merepresentasikan dokumen kependudukan ke dalam handphone dan memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan publik, meski penggunaannya belum maksimal.

Baca juga:  Banyak Proyek di Papua Barat Belum Dilelang gegara Belum Input Data SiRUP

“Data kependudukan yang dihasilkan melalui pelayanan dukcapil digunakan sebagai dasar pelayan publik, perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, pembangunan demokrasi, penegakan hukum dan pencegahan kriminal sesuai undang-undang nomor 24 tahun 2013 tentang administrasi kependudukan,” kata dia.

Penyediaan data orang asli Papua (OAP) juga dilakukan melalui sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK). Data ini disebut untuk mendukung salah satu variabel penting yang digunakan dalam perhitungan alokasi anggaran otonomi khusus (otsus).

“Hal itu sesuai undang-undang nomor 2 tahun 2021 tentang otonomi khusus bagi provinsi Papua dan peraturan pemerintah 106 tentang kewenangan dan kelembagaan pelaksanaan otonomi khusus di provinsi Papua,” ungkapnya.

Baca juga:  Bupati Yohanis Bangga Sambut Pangdam di Teluk Bintuni: Kehormatan Besar

Dominggus berharap agar terbangun komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor yang telah berjalan. Ia juga berharap forum ini melahirkan rekomendasi konkret serta rencana kerja bersama yang dapat diimplementasikan.

Rekomendasi tersebut diharapkan dapat mendukung masyarakat Papua Barat dalam memperoleh hak identitas kependudukan secara mudah, cepat, dan bermartabat.

“Apresiasi saya sampaikan kepada jajaran aparatur dukcapil se-Papua Barat atas layanan prima menuju Papua Barat maju dan majelis rakyat Papua, dewan adat wilayah III Doberay Bomberay, kepala suku dan tetua adat yang mendukung ketersediaan data OAP di provinsi Papua Barat,” ucapnya. (LP14/red)

Latest articles

‎Pemprov Papua Barat Salurkan 80 Mesin Jahit-8 Antropometri Kit, Dorong Ekonomi...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyalurkan 80 mesin jahit kepada masyarakat dan ibu-ibu PKK di empat kabupaten. Pemprov juga menyerahkan 8...

More like this

‎Pemprov Papua Barat Salurkan 80 Mesin Jahit-8 Antropometri Kit, Dorong Ekonomi Produktif di Kampung

MANOKWARI, LinkPapua.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyalurkan 80 mesin jahit kepada masyarakat...

Gubernur Papua Barat Serahkan APBD-P 2026: Belanja Naik 11,38%, SiLPA Melonjak Jadi Rp237,3 M

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyerahkan rancangan perubahan KUA-PPAS) APBD Papua...

APBD Perubahan Papua Barat 2026 Dikebut, Sekda Ali Baham: Serapan Tak Harus 100 Persen

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mempercepat pembahasan APBD Perubahan 2026 agar...