Gubernur Papua Barat Minta LP3KD Perkuat Pembinaan Generasi Muda dan Kerukunan

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meminta Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) memperkuat pembinaan generasi muda dan menjaga kerukunan antarumat beragama. Dia menegaskan kepengurusan LP3KD Papua Barat periode 2026–2031 tidak hanya berfokus pada pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani), tetapi juga pembinaan umat hingga tingkat paroki dan komunitas.

“Pelantikan ini hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai seremoni pergantian kepengurusan, tetapi sebagai momentum memperbarui komitmen, memperkuat persatuan, dan meningkatkan kualitas pelayanan selama lima tahun ke depan,” ujar Dominggus saat pelantikan dan pengukuhan pengurus LP3KD Papua Barat masa bakti 2026–2031 di Hotel Oriestom Bay Taman Ria, Manokwari, Sabtu (24/10/2026).

Dalam kepengurusan baru tersebut, Prof Roberth KR Hammar dilantik sebagai Ketua LP3KD Papua Barat periode 2026–2031. Dominggus berharap kepengurusan ini mampu menjalankan program pembinaan umat secara berkelanjutan selama lima tahun ke depan.

Dominggus mengatakan LP3KD memiliki peran dalam pembinaan Pesparani melalui pelatihan, perlombaan, dan pengembangan musik liturgi. Namun, kegiatan tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar prestasi.

Menurutnya, Pesparani harus menjadi wadah untuk menumbuhkan iman, memperkuat persaudaraan, dan mengembangkan talenta umat, khususnya generasi muda. Pembinaan tersebut diharapkan membentuk generasi yang berprestasi sekaligus memiliki iman dan karakter.

“Lembaga keagamaan sangat penting dalam mewujudkan masyarakat Papua Barat yang beriman, berkarakter, damai dan sejahtera,” katanya.

Dominggus menegaskan pembangunan daerah tidak hanya mencakup infrastruktur, ekonomi, dan kesejahteraan. Pembangunan juga perlu menyentuh aspek mental, spiritual, moral, dan karakter masyarakat.

Dia juga meminta LP3KD ikut menjaga persaudaraan dan memperkuat toleransi di tengah keberagaman suku, bahasa, adat, dan agama di Papua Barat. Menurutnya, kerukunan antarumat beragama menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang damai dan sejahtera.

Untuk menjalankan peran tersebut, Dominggus memberikan tiga penekanan kepada pengurus baru LP3KD. Penekanan itu meliputi penguatan tata kelola organisasi, pembinaan generasi muda, serta sinergi dengan pemerintah dan masyarakat.

Pertama, pengurus diminta memperkuat tata kelola dan soliditas organisasi melalui program yang terarah dan transparan. Seluruh kegiatan juga harus dilandasi semangat pengabdian.

Kedua, LP3KD diminta meningkatkan pembinaan generasi muda melalui pelatihan paduan suara, musik liturgi, dan pembinaan dirigen. Pembinaan itu diharapkan melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki iman dan karakter.

Ketiga, pengurus diminta membangun sinergi dengan pemerintah, gereja, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Dominggus menilai keberhasilan LP3KD membutuhkan kerja sama seluruh pihak.

Dominggus juga berharap partisipasi Papua Barat dalam Pesparani terus meningkat melalui persiapan yang matang. Meski demikian, dia mengingatkan keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah penghargaan yang diperoleh.

“Keberhasilan sejati tidak semata-mata diukur dari jumlah penghargaan, melainkan dari tumbuhnya iman, persaudaraan, kedisiplinan, semangat kebersamaan, dan kontribusi positif bagi kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.

Dia menilai keterlibatan lembaga keagamaan penting dalam pembangunan daerah, terutama untuk pembinaan spiritual, penguatan karakter, dan pemeliharaan kerukunan antarumat beragama. Karena itu, pengurus LP3KD diminta menjalankan amanah secara tulus dan bertanggung jawab serta menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi umat.

Dominggus berharap LP3KD Papua Barat periode 2026–2031 dapat menjadi mitra pemerintah dan gereja dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya saing. Dia juga mengajak seluruh pihak menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dan persaudaraan sebagai fondasi untuk mewujudkan Papua Barat yang aman, damai, maju, dan sejahtera.

“Jabatan bukanlah sekadar kedudukan, melainkan panggilan untuk melayani. Bekerjalah dengan hati, tulus, dan bertanggung jawab, hadirkan program nyata, rangkul seluruh umat, dan utamakan kepentingan umat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” ucapnya. (LP14/red)

Latest articles

Imam Muslih: Pemuda Harus Siap Hadapi Tantangan Dunia Kerja dan Teknologi

0
MANOKWARI, Linkpapua.id – Generasi muda di Manokwari didorong untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan zaman, mulai dari perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), persaingan dunia...

More like this

Imam Muslih: Pemuda Harus Siap Hadapi Tantangan Dunia Kerja dan Teknologi

MANOKWARI, Linkpapua.id – Generasi muda di Manokwari didorong untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan...

Inisiatif Mahasiswa, Ormawa UT Manokwari Bantu Warga Hadapi Kabut Asap

MANOKWARI, Linkpapua.id-Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kesehatan masyarakat akibat kabut asap yang melanda wilayah...

Jelang Kongres, 4 Calon Ketua PSSI Papua Barat Lolos Tanpa Banding

MANOKWARI, LinkPapua.id – Komite Pemilihan (KP) PSSI Papua Barat menetapkan 4 calon tetap ketua...