JAKARTA, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menagih realisasi dana Participating Interest (PI) 10 persen saat menemui Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey. Pembagian hasil industri migas ini menjadi poin dalam pertemuan tersebut untuk mendorong kemandirian fiskal daerah.
“Kita harapkan lebih banyak berdayakan masyarakat lokal, memang sudah berjalan dan harus ditingkatkan lagi. Semacam pelatihan dan kursus supaya lebih terampil fungsikan peralatan dan semua aktivitas dan bisa kurangi tenaga kerja dari luar,” ujar Dominggus di kediaman resmi Dubes Inggris di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026).
Dominggus menjelaskan kehadiran British Petroleum (BP) di Papua Barat telah memberikan kontribusi ekonomi bagi daerah. Namun, dia meminta dukungan Dubes Inggris agar dana PI 10 persen tersebut dapat segera dicairkan pada triwulan pertama tahun 2026.
Pemprov Papua Barat kini tengah berupaya menggenjot pendapatan asli daerah melalui pembentukan BUMD dan kerja sama penjualan gas dengan BP Tangguh. Dana bagi hasil ini dinilai sangat penting untuk mempercepat pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di wilayah terdampak migas.
“Kawasan yang dilindungi tersebut memiliki kekayaan tumbuhan endemik serta flora dan fauna bernilai penting yang wajib dilestarikan, sekaligus menyimpan potensi untuk peningkatan pendapatan masyarakat melalui pengembangan usaha-usaha berkelanjutan,” jelas Kepala Brida Papua Barat Charlie D Heatubun.
Charlie menekankan pembangunan di Papua Barat tetap mengedepankan prinsip kelestarian lingkungan melalui pendekatan Ridge to Reef. Selain urusan migas, pertemuan di kediaman Dubes Inggris ini juga mematangkan rencana agenda internasional di Manokwari pada Februari ini.
Pemprov Papua Barat telah merancang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang melindungi 70 persen kawasan hutan dan 50 persen wilayah laut. Komitmen lingkungan ini merupakan implementasi dari Deklarasi Manokwari yang sudah diakui secara global.
“Pertama kali ada orang asli Papua yang mau belajar di Inggris melalui aplikasi mahasiswa Papua untuk program beasiswa, diharapkan kami akan melihat mahasiswa di Papua Barat, untuk ke universitas-universitas di Inggris, belum tahu tetapi tahun ini pertama kali ada aplikasi dari Papua,” tutur Dominic Jermey.
Dubes Inggris menyambut baik kerja sama yang terjalin positif antara Papua Barat dengan perusahaan asal Inggris tersebut. Pihak Kedutaan juga menawarkan program beasiswa sebagai bentuk dukungan peningkatan kualitas sumber daya manusia bagi pemuda asli Papua.
“Nanti kita adakan pertemuan lebih lanjut dan bisa kita siapkan anak-anak mahasiswa melalui aplikasi untuk dapat memenuhi syarat untuk kuliah di Inggris. Kita juga perlu tahu berapa jumlah kuota yang diberikan dan persyaratan supaya bisa persiapan mereka, terutama di sekitar daerah penghasil. Ini penting ketika mereka punya anak sekolah di sana pulang mengabdi sangat bangga, kalau gunakan biaya sendiri ke Inggris sangat mahal dan lewat program ini terimakasih dan kita punya tanggungjawab di daerah,” beber Dominggus. (*/red)
