26.9 C
Manokwari
Selasa, Maret 24, 2026
26.9 C
Manokwari
More

    Inflasi Papua Barat dan Papua Barat Daya di Juli 2025, Ini Rinciannya!

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Dua provinsi di tanah Papua kembali mencatat inflasi pada Juli 2025. Inflasi terjadi baik di Papua Barat maupun Papua Barat Daya, meskipun dengan tingkat yang berbeda.

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year on year (y-on-y) Papua Barat sebesar 0,43 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) wilayah ini tercatat sebesar 108,55.

    “Pada Juli 2025 terjadi inflasi y-on-y Provinsi Papua Barat sebesar 0,43 persen dengan IHK sebesar 108,55l,” tulis BPS dalam laporan resmi dikutip LinkPapua.id, Minggu (3/8/2025).

    Kenaikan harga ini dipengaruhi hampir seluruh kelompok pengeluaran masyarakat. Tertinggi berasal dari sektor pendidikan, penyediaan makanan dan minuman/restoran, serta perawatan pribadi.

    Baca juga:  Sensus 2020: Total Penduduk Papua Barat 1.130.030 Jiwa

    Kelompok pendidikan tercatat naik sebesar 6,17 persen, diikuti kelompok restoran 3,65 persen, dan jasa lainnya 4,41 persen. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya juga naik 2,50 persen.

    Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat naik 0,10 persen. Perumahan dan bahan bakar rumah tangga naik 0,19 persen, dan sektor kesehatan naik 0,22 persen.

    BPS juga mencatat inflasi month to month (m-to-m) Papua Barat sebesar 1,24 persen. Sedangkan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 0,57 persen.

    Baca juga:  Ketum HIPMI Apresiasi Dukungan Pemerintah Daerah Terhadap Hipmi

    Sementara itu, di Papua Barat Daya, inflasi y-on-y tercatat lebih tinggi yakni 0,96 persen. IHK provinsi termuda ini berada di angka 106,24.

    “Pada Juli 2025, inflasi y-on-y Provinsi Papua Barat Daya sebesar 0,96 persen dengan IHK sebesar 106,24,” tulis BPS.

    Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sorong Selatan sebesar 2,45 persen dengan IHK 111,41. Inflasi terendah tercatat di Kota Sorong sebesar 0,57 persen dengan IHK 105,76.

    Kelompok penyumbang inflasi terbesar di Papua Barat Daya berasal dari sektor kesehatan sebesar 2,61 persen. Kemudian disusul perawatan pribadi (3,46 persen) dan restoran (2,22 persen).

    Baca juga:  TPK Hotel Bintang Papua Barat Naik Tipis di Agustus 2023

    Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya juga tercatat naik 1,61 persen. Sedangkan sektor transportasi naik sebesar 1,00 persen.

    Kenaikan juga terjadi pada makanan dan minuman sebesar 1,12 persen, serta pakaian dan alas kaki sebesar 1,57 persen. Sektor perlengkapan rumah tangga juga naik 0,51 persen.

    Papua Barat Daya mencatat inflasi m-to-m sebesar 0,71 persen. Sementara inflasi y-to-d per Juli 2025 sebesar 0,84 persen. (*/red)

    Latest articles

    Persipegaf Launching Jersey Baru, Siap Arungi Liga 4

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id-Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak, Dominggus Saiba S.Pd.K., M.Si bersama Sekretaris Daerah, Ever Dowansiba S.IP, M.Si resmi melauncing jersey baru tim kebanggaan masyarakat Pegunungan...

    More like this

    Persipegaf Launching Jersey Baru, Siap Arungi Liga 4

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak, Dominggus Saiba S.Pd.K., M.Si bersama Sekretaris Daerah, Ever Dowansiba...

    Resmi! Ini Penampakan dan Makna Logo Pesparani Katolik IV Papua Barat 2026

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Logo Pesparani Katolik IV Provinsi Papua Barat 2026 di Kabupaten Teluk...

    Baku Tembak Pecah di Aifat Selatan Maybrat, 2 TNI AL Gugur

    MAYBRAT, LinkPapua.id - Kontak tembak antara aparat keamanan dengan kelompok sipil bersenjata pecah di...