BPS: Papua Barat Deflasi 0,23 Persen di Maret, Papua Barat Daya Inflasi 0,24 Persen

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dua kondisi ekonomi berbeda di tanah Papua pada Maret 2025. Provinsi Papua Barat mengalami deflasi sebesar 0,23 persen secara tahunan (year on year/y-on-y), sementara Papua Barat Daya justru mencatat inflasi sebesar 0,24 persen pada periode yang sama.

Deflasi di Papua Barat terjadi seiring penurunan harga di sejumlah kelompok pengeluaran utama. Indeks Harga Konsumen (IHK) Papua Barat tercatat sebesar 106,37. Penurunan harga terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang turun 1,82 persen, disusul perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang turun 1,70 persen.

Baca juga:  Ekonomi Papua Barat 2025 Tumbuh 6,46%, Melambat dari 2024

Kelompok lain yang turut mengalami penurunan indeks yaitu pakaian dan alas kaki (0,03 persen), kesehatan (0,14 persen), serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,05 persen).

“Pada Maret 2025 terjadi deflasi y-on-y Provinsi Papua Barat sebesar 0,23 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,37,” demikian dikutip berita resmi statistik BPS, Rabu (9/4/2025).

Meski demikian, beberapa kelompok pengeluaran tetap menunjukkan kenaikan, seperti pendidikan yang naik cukup tajam sebesar 6,30 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,84 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,39 persen.

Secara bulanan (month to month/m-to-m), Papua Barat mengalami inflasi sebesar 2,30 persen, sedangkan secara year to date (y-to-d), tercatat deflasi sebesar 1,45 persen.

Baca juga:  September 2023, Inflasi Tahunan Papua Barat 2,69 Persen

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Papua Barat Daya. BPS mencatat inflasi y-on-y sebesar 0,24 persen dengan IHK sebesar 104,07. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sorong Selatan yang mencapai 1,86 persen, sedangkan inflasi terendah tercatat di Kota Sorong sebesar 0,83 persen.

Peningkatan harga di Papua Barat Daya terutama disumbang kelompok kesehatan yang naik sebesar 3,13 persen, transportasi sebesar 1,94 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,75 persen. Kenaikan harga juga terjadi di kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (1,85 persen), serta perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga (0,77 persen).

Baca juga:  Inflasi Papua Barat Februari 2026 Tembus 5,83%, Perumahan Naik 20%

“Pada Maret 2025 terjadi Inflasi y-on-y Provinsi Papua Barat Daya sebesar 0,24 persen dengan IHK sebesar 104,07,” demikian BPS.

Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran mengalami penurunan, antara lain kelompok pakaian dan alas kaki yang turun 2,98 persen serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang turun 2,38 persen.

Secara m-to-m, Papua Barat Daya mencatat inflasi sebesar 1,11 persen, dan secara y-to-d tercatat deflasi sebesar 1,21 persen. (*/red)

Latest articles

Perkumpulan Mobil Profil di Manokwari Tertibkan Penjual Air Liar, Gandeng Aparat...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Perkumpulan Mobil Profil Mei Ewusi di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menertibkan penjual air bersih yang belum terdaftar dalam organisasi tersebut. Penertiban...

More like this

Gubernur Papua Barat Pimpin Kerja Bakti Massal di Mansinam, Siap Sambut 2.000 Peserta Kongsin XII

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan memimpin kerja bakti massal di Pulau...

Etik 3 Polisi Terpidana Rudapaksa di Manokwari, Ibu Korban Minta Ketegasan Polda

MANOKWARI, LinkPapua.id – Suryanti, Ibu korban rudapaksa di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mempertanyakan ketegasan...

Bupati Yohanis Tinjau Aset BP Tangguh, Babo Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi Pesisir

TELUK BINTUNI, Linkpapua.id-Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, mengharapkan Distrik Babo sebagai pintu masuk Teluk...