DPR PB Jamin Perdasi-Perdasus akan Perkuat Posisi Lembaga Adat

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Barat George Karel Dedaida mengatakan, lembaga adat dalam konteks otonomi khusus menjadi sesuatu yang penting. Lembaga adat bagian dari kearifan lokal yang akan mendorong pembangunan partisipatif di Papua.

Karena itu, posisi lembaga adat akan diperkuat. Penguatannya melalui regulasi dalam perdasi dan perdasus.

“Penguatan kelembagaan tersebut, menjadi sebuah kebutuhan yang mesti dipenuhi dalam rangka menopang program pembangunan. Partisipasi itu mesti diperkuat dengan regulasi dan kapasitas kelembagaan adat,” terang George Karel Dedaida, Kamis (27/1/2022)

George awalnya berbicara tentang perdasi dan perdasus yang sedang dalam pembahasan. Ia kemudian menyinggung isi perdasi yang akan mendukung posisi lembaga adat.

Baca juga:  DPR PB Khawatir Pergeseran Anggaran Akan Pengaruhi Kinerja Pemerintahan

“Tahun 2022, kami akan menyelesaikan tuntutan perdasi dan perdasus sesuai amanat Undang Undang Otonomi Khusus sebagaimana yang diamanatkan didalam Peraturan Pemerintah Nomor 106 dan 107,” katanya.

Menurut George Dedaida, fraksi Otsus memiliki kewajiban untuk memenuhi tuntutan dalam mendorong adanya legal formal terkait penguatan kapasitas kelembagaan adat.

“Pembangunan di Tanah Papua dalam konteks otsus mesti berdiri jelas di atas kapasitas kelembagaan adat yang jelas,” tegasnya.

George Dedaida mengatakan, DPR Papua Barat (DPRPB) telah mengusulkan kepada Pemerintah Pusat melalui Bappenas soal rumusan data base atau data pokok orang asli Papua maupun teritorial wilayah adat.

“Segera menyelesaikan data pokok atau data base melalui sensus manusianya (orang asli Papua) dan teritorial wilayah adat. Untuk dapat melakukan itu diperlukan kapasitas lembaga adat yang kuat,” ujarnya.

Baca juga:  IRI Indonesia Luncurkan Chapter Papua Barat: Hutan Bisa Jadi Rumah Ibadah

Pentingnya meningkatkan partisipasi adat dalam pembangunan, lanjutnya, dalam rangka menopang program pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Sehingga, adat tidak lagi menjadi hambatan termasuk masyarakat tidak sekadar dijadikan objek pembangunan.

Akan tetapi, kata George Dedaida, masyarakat (adat) menjadi subjek dari pembangunan yang sedang digeliatkan.

“Mereka harus terlibat langsung, itu yang kami di fraksi Otsus sedang mempersiapkan kapasitas kelembagaan adat. Penyusunan basis data atau data pokok itu mesti partisipatif. Melibatkan masyarakat adat, pemimpin di masing-masing adat pasti tahu wilayah dan masyarakatnya,” tutup George Dedaida.

Baca juga:  Kisah Inspiratif Alberth Stevanus, Putra Papua Barat Calon Perancang Pesawat

George Dedaida menambahkan, pemerintah provinsi dan DPRPB memiliki kewajiban merumuskan perdasi dan perdasus yang diamanatkan UU Otsus. Selain menjadi tanggung jawab, tugas ini dibatasi dengan waktu. Batas waktu itu sudah ditentukan didalam Undang Undang.

Pemerintah provinsi dan DPRPB menghadapi ancaman. Jika tidak selesai dalam batas waktu yang sudah ditentukan, maka rumusan regulasinya akan diambil alih oleh pemerintah pusat.

“Ada sekira 6-7 perdasus yang harus disusun. Waktunya 90 hari itu untuk rumusah PP (Peraturan Pemerintah). Setelah lahirnya PP, untuk perdasi dan perdasus diberikan waktu 12 bulan kepada daerah. Segera di masa sidang 1 ini kita harus merumuskannya,” pungkasnya. (LP2/Red)

Latest articles

DPRP Papua Barat Target 11 Perdasus Masuk Paripurna I, Usulan MRPB...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRP Papua Barat menargetkan 11 rancangan peraturan daerah khusus (perdasus) masuk paripurna tingkat I sebelum akhir...

More like this

DPRP Papua Barat Target 11 Perdasus Masuk Paripurna I, Usulan MRPB setelah APBD-P 2026

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRP Papua Barat menargetkan 11 rancangan...

Regulasi OAP, MRPB Tegaskan Berani Tolak Pasal Tak Akomodatif

MANOKWARI, LinkPapua.id – Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) menegaskan keberanian untuk menolak pasal dalam...

Mudah Pindah Faskes JKN, Bumil di Manokwari Terbantu Sambut Persalinan Anak Ke-4

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ibu hamil (bumil) peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Ema Onawame (27)...