Inflasi Papua Barat Melesat 4,8%, Ali Baham Instruksikan Buka Lahan Susweni

Published on

MANOKWARI,Linkpapua.com – Pj Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere menginstruksikan pembukaan kembali lahan Susweni agar bisa dilakukan budidaya tanaman pangan. Instruksi dikeluarkan Ali Baham setelah angka inflasi Papua Barat melesat 4,8%.

“Kita sedang menghadapi perubahan iklim global. Karena itu pemprov membuka kembali lahan Susweni untuk membudidayakan tanaman,” ujar Pj Sekda Papua Barat Jacob Fonataba saat meninjau lokasi, Jumat (21/6/2024 ).

Jacob menyebutkan, angka inflasi Papua Barat kini menyentuh 4,8%. Angka ini berada di level yang lebih tinggi.

Baca juga:  Januari 2023, Inflasi Papua Barat 3,85 Persen

Karena itu kata Jacob, harus ada langkah konkret untuk menekan kelangkaan pangan. Pangan sebutnya, masih menjadi penyumbang inflasj tertinggi.

“Pj Gubernue telah mengeluarkan surat instruksi dengan dua imbauan. Pertama agar mengaktifkan kembali lahan Susweni dan kedua membiasakan two days no rice atau dua hari tanpa nasi,” jelasnya.

“Awalnya kita hanya membiasakan sehari tanpa makan nasi dan diganti dengan ubi-ubian jagung dan lainnya. Tetapi bapak gubernur kita sangat luar biasa sehingga menambah menjadi dua hari tanpa makan nasi yaitu Senin dan Kamis,” papar Jacob.

Baca juga:  Akhir 2025, Inflasi Papua Barat dan Papua Barat Daya Sama-Sama Naik

Dikatakan Jacob, perubahan iklim global telah berdampak pada sektor pertanian. Sebagai penyumbang bahan makanan untuk itu pemprov membuka kembali lahan Susweni yang nantinya akan digunakan oleh OPD, PNS serta masyarakat untuk menanam.

“Pemerintah akan memfasilitasi pembukaan lahan agar selanjutnya lahan dapat digarap untuk membudidayakan tanaman,” kata Jacob

Jacob juga menekankan demi menekan angka inflasi harus dimulai mempersiapkan lahan Susweni ini untuk membudidayakan tanaman pangan. Pembudidayaan akan memprioritaskan tanaman sayuran-sayuran dan pangan.

Baca juga:  Buka Rakor Fordasi, Waterpauw Bicara Potensi Tanah Papua dan Peluang Daya Saing

“Kita akan memulai dengan memberi contoh lahan Susweni untuk agar digunakan membudidayakan tanaman pangan, tetapi tidak meninggalkan pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian,” jelas dia.

Menurutnya tanaman yang akan ditanam di lahan susweni adalah tanaman penyumbang inflasi tinggi di Papua Barat seperti tomat dan cabai.

“Nantinya kita akan menanam tanaman tomat dan cabai, tetapi tidak menutup kemungkinan masyarakat menanam tanaman lainnya seperti sayur-sayuran,” katanya. (LP14/red)

Latest articles

Pesparani IV Papua Barat di Teluk Bintuni Resmi Dibuka, 668 Peserta...

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Papua Barat resmi dibuka di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Ajang tersebut diikuti...

More like this

Haryono May: Tak Boleh Ada Anak Gagal Sekolah Akibat Daya Tampung Terbatas

MANOKWARI, Linkpapua.id – Ketua Fraksi Golkar DPRK Manokwari, Haryono M.K. May, menyambut baik langkah...

Bupati Manokwari: Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah, Siswa Belum Tertampung Dialihkan ke SMA Negeri 4

MANOKWARI, Linkpapua.id-Bupati Manokwari Hermus Indou bersama pimpinan OPD mendengarkan langsung aspirasi dari siswa dan...

DPRK Manokwari Bakal Gelar RDP Tindak Lanjuti Aspirasi Orang Tua Calon Siswa SMAN 1

MANOKWARI, Linkpapua.id – Puluhan calon siswa yang belum diterima di SMA Negeri 1 Manokwari...