MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan memerintahkan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membongkar kelemahan sistem pengawasan di pelabuhan. Hal ini merespons kasus penyelundupan puluhan satwa endemik seperti kanguru pohon dan kuskus yang berhasil lolos dari Manokwari menuju Ternate.
“Saya minta OPD dan pihak terkait untuk menyelidiki dan mengungkap kasus ini agar ke depan tidak terjadi lagi. Kita juga harus mengetahui di mana letak kelemahannya sehingga satwa endemik Papua bisa keluar dari daerah,” kata Dominggus di Kantor Gubernur Papua Barat, Rabu (18/2/2026).
Penyelundupan ini terungkap di Pelabuhan Ternate setelah pelaku membawa satwa menggunakan KM Sinabung. Sebanyak 16 ekor kanguru pohon, enam ekor kuskus, hingga puluhan reptil ditemukan tanpa dokumen resmi.
Dominggus menegaskan satwa-satwa tersebut merupakan kekayaan hayati yang dilarang keluar dari tanah Papua secara ilegal. Dia menegaskan, pemerintah daerah akan mendorong langkah penindakan tegas serta evaluasi terhadap pengawasan di pintu-pintu keluar, termasuk pelabuhan dan jalur distribusi laut.
Praktik perdagangan ilegal ini disebut sangat merugikan daerah dan mengancam kelestarian spesies yang dilindungi. Pemerintah Provinsi kini tengah berkoordinasi dengan instansi terkait guna memperketat penjagaan di titik-titik rawan.
Menurutnya, kekayaan hayati Papua merupakan aset daerah yang harus dijaga bersama. Praktik penyelundupan tidak hanya merugikan daerah, tetapi juga mengancam kelestarian spesies yang sebagian sudah berstatus dilindungi.
Lemahnya koordinasi lintas lembaga dianggap menjadi pemicu berulangnya kasus pencurian biodiversitas di Papua Barat. Dominggus berharap investigasi ini mampu memutus rantai jaringan penyelundupan satwa liar di masa mendatang. (LP14/red)
