MANOKWARI, LinkPapua.id – Kasus jenazah Ingrid (60) yang telah membusuk di dalam mobil Toyota Innova hitam di depan TPU Pasir Putih, Manokwari, Papua Barat, bikin geger setelah tukang gali kubur menolak memakamkan karena curiga dengan kondisinya. Tukang gali kubur bernama Hengky Baransano menolak melakukan prosesi pemakaman karena jenazah tersebut dibawa tanpa peti, kafan, maupun riasan yang layak.
“Katanya nanti dia bawa tripleks lalu minta kami siapkan gergaji, lalu saya bilang, ‘Ibu tugas kami hanya menggali liang’. Lalu saya tanya nanti pakai peti, namun dia menyebut tidak pakai peti,” ujar Hengky Baransano menceritakan komunikasinya dengan pihak pembawa jenazah, Sabtu (29/11/2025).
Hengky menuturkan awalnya dia sudah menyepakati harga gali liang dengan seorang ibu yang datang dua hari sebelumnya. Namun, dia menjadi curiga saat jenazah tiba di lokasi tanpa persiapan yang memadai.
Dia kemudian sangat kaget ketika ibu tersebut turun dari mobil Innova dan memintanya mengangkat mayat yang diletakkan di bagasi. Di dalam mobil itu terdapat jenazah Ingrid, seorang remaja, dan dua orang dewasa pria dan wanita.
“Saya lalu kirim pesan ke ibu itu bahwa tugas kami bukan mengurus jenazah, tetapi hanya gali liang, namun ibu itu menjawab tunggu saja nanti kami ke situ kami sedang cari peti,” kata Hengky.
Hengky menjadi heran sebab pihak tersebut sempat mengaku bahwa mayat dikirim dari Sorong, Papua Barat Daya, tetapi tidak dibungkus sama sekali. Merasa ada yang tidak beres, Hengky lantas menghubungi Polresta Manokwari terkait temuan mayat yang dinilai janggal tersebut.
Polisi kini sudah turun tangan menangani kasus jenazah di dalam mobil Innova yang mencurigakan ini. Pihak kepolisian segera menuju lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah mendapat laporan dari warga.
Kasat Reskrim Polresta Manokwari AKP Agung Gumara mengatakan pihaknya telah mengamankan jenazah dan petinya untuk pemeriksaan medis. Jenazah kini tengah diperiksa di Rumah Sakit Umum Daerah Manokwari.
“Masih melakukan pendalaman oleh penyidik,” ungkapnya.
Agung menambahkan, pihaknya telah mengamankan tiga orang yang membawa jenazah itu untuk dimintai keterangan. Ketiga orang yang diamankan adalah pemilik Wisma Jaya, Ci Ango, bersama suami Budi dan anaknya Bryan.
“Kami sudah mengamankan tiga orang untuk dimintai keterangan,” sebutnya.
Jenazah Ingrid diduga adalah seorang asisten rumah tangga (ART) yang bekerja di Wisma Jaya yang berlokasi di kawasan Pasar Wosi. Berdasarkan keterangan warga, tempat tersebut kerap dilaporkan terjadi kekerasan hingga beberapa kali penemuan mayat. (*/red)
