Keluarga Terpidana Miral Sanjaitali Adukan Majelis Hakim PN Manokwari ke KY

Published on

MANOKWARI, linkpapua.com- Majelis hakim Pengadilan Negeri Manokwari diadukan ke Komisi Yudisial (KY) Perwakilan Papua Barat, Selasa (14/3/2023). Pengaduan dilayangkan oleh keluarga terpidana Miral Sanjaitali Hutabarat, anggota Polda Papua Barat yang dijatuhi vonis 6 tahun penjara dalam kasus pencabulan anak.

“Kami hari ini mendatangi kantor Komisi Yudisial untuk mengadu tentang putusan hakim terhadap om (paman) kami Miral Sanjaitali yang sudah dijatuhi vonis penjara 6 tahun enam bulan oleh Majelis Hakim Pengadilan Manokwari,” kata keluarga terpidana, Destika Simanjuntak.

Menurut Destika, dalam amar putusan majelis hakim menyatakan, terdakwa Miral Sanjaitali Simanjuntak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perbuatan cabul dengan anak yang dilakukan secara berlanjut sebagaimana dalam dakwaan Subsider jaksa penuntut umum JPU.

Namun majelis hakim membebaskan terdakwa dari dakwaan primer Jaksa Penuntut umum. Sedangkan jaksa menuntut terdakwa 5 tahun penjara, lebih ringan dari putusan majelis hakim

Destika menyebut hal mengganjal yang membuat sehingga pihaknya mengadu ke Komisi Yudisial yakni, dalam sidang dengan perkara Nomor 172/Pid.sus/2022/Pn.Mnk yang sudah mendapat kekuatan hukum tetap dari pengadilan tingkat pertama itu, bahwa selama persidangan tidak ada bukti kuat yang dihadirkan oleh keluarga korban.

Baca juga:  Bupati Manokwari Tekankan Pentingnya Penataan Peta Batas Wilayah Tiap Kampung

“Kami mengikuti proses sidang ini dari awal, hanya saja pada sidang kedua saya memang tidak hadir selanjutnya sampai pada vonis saya mengikuti sidang tersebut dan kami tidak melihat ada bukti yang ditunjukan terhadap perbuatan yang dituduhkan kepada om kami,” ucap Destika

Destika menyebut bahwa, keluarga besar terpidana Miral Sanjaitali menuntut untuk bisa mendapatkan keadilan dalam perkara tersebut.

“Sesuai isi dari arti bahasa equality before the law atau semua sama di mata hukum, jangan sampai hukum ini tumpul ke atas tajam ke bawah,” katanya

Menurutnya rangkaian peristiwa yang dilaporkan hingga kemudian mendapat putusan majelis hakim tersebut tidak lepas dari dugaan masalah lama yang melibatkan pamannya Miral Hutabarat dengan seorang oknum polisi di Polda Papua Barat

Baca juga:  Fix! Daftar Lengkap 30 Caleg Lolos DPRD Manokwari, PSI Kunci 1 Kursi

“Karena mengingat kembali adanya dendam antara pihak pelapor dan juga om kami Miral Sanjaitali Hutabarat yang di kala itu sempat ingin dibunuh oleh oknum polisi berinisial L dan kelima temannya pada tahun 2017 di dekat Hotel Aston,” ungkapnya

Humas Komisi Yudisial Perwakilan Papua Barat, Muhamad Sani membenarkan telah menerima pengaduan dari masyarakat.

“Kami baru saja menerima pelaporan dari masyarakat tentang, nanti kita lakukan pengecekan dulu melalui sidang panel, setelah hasil putusan sidang panel nanti arahnya ke mana,” kata Muhamad Sani.

Dia juga menyebut bahwa pihaknya nanti memberikan format pelaporan kepada pelapor supaya diisi berkaitan dengan apa saja yang berkaitan dengan pelaporan.

“Sambil menunggu itu, berkas yang sudah ada kita proses dulu. Kita baca, kita telaah dan kita pastikan, kita tidak bisa langsung menerka dari awal segala pelaporan harus kita cek nanti di sidang panel itu yang menentukan pelaporan ini masuk ke arah mana, apakah masuk ke etika profesi, atau masuk ke putusan atau masuk ke lembaga penyidikan,” kata Muhamad Sani

Baca juga:  Aturan PPKM Level 3 di PB: Ada Klaster, Perusahaan Harus Lockdown

Dia memastikan setelah menerima pelaporan tersebut, akan segera melakukan tahapan melalui sidang panel dengan melakukan pemeriksaan.

“Jadi tidak bisa kita biarkan proses ini terlalu lama, sebab pasti namanya pelaporan itu kebutuhan seseorang yang ingin kejelasan lebih cepat lebih baik, sambil menunggu rangkuman laporan didalam format yang sudah kita berikan,”

Markam Faried, Humas Pengadilan Negeri Manokwari dikonfirmasi terpisah mengaku bahwa pihak pengadilan menerima surat resmi atau tembusan terkait pelaporan masyarakat tersebut.

“Kami belum menerima surat atau tembusan dari pelaporan itu, baik dari pelapor maupun pihak Komisi Yudisial,” kata Faried Markam

Meski demikian Faried mengaku bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk membuat pengaduan sama halnya yang dilakukan oleh pihak keluarga terpidana kasus pencabulan.

“Kita menghormati setiap hak warga negara,” ucapnya. (LP2/red)

Latest articles

Maju Sebagai Calon Ketum KONI Papua Barat, Mola Resmi Kembalikan Berkas...

0
MANOKWARI, Linkpapua.id – Berkas Pendaftaran bakal calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat, Mohamad Lakotani (Mola), resmi diserahkan kepada Tim Penjaringan dan...

More like this

Maju Sebagai Calon Ketum KONI Papua Barat, Mola Resmi Kembalikan Berkas Pencalonan

MANOKWARI, Linkpapua.id – Berkas Pendaftaran bakal calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua...

Lakotani Kembalikan Formulir Calon Ketua KONI Papua Barat, 23 Cabor-4 Pengkab Dukung

MANOKWARI, LinkPapua.id – Mohamad Lakotani (Mola) resmi mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon ketua Komite...

Yosias Saroy Resmi Serahkan Berkas Pencalonan Ketua KONI Papua Barat

MANOKWARI, Linkpapua.id – Bakal calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat, Yosias...