Kemenkumham Papua Barat Deklarasi Janji Kinerja dan Zona Integritas 2022

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Papua Barat, Kamis pagi (13/1/2022), melaksanakan Deklarasi Janji Kinerja dan Penandatanganan Zona Integritas Tahun 2022.

Kegiatan yang mengusung tema “Kita tingkatkan kinerja Kemenkumham semakin pasti dan berakhlak mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan struktural” itu digelar di Aula utama Kanwil Kemenkumham Papua Barat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten Ombudsman Perwakilan Papua Barat Nina Lalenoh, Gubernur Papua Barat yang diwakili Asisten 1 Sekretariat Daerah (Setda) Robert Rumbekwan, Wakil Ketua DPR Papua Barat Saleh Siknun, para Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Badan Pemasyarakatan (Bapas) se Papua Barat.

Baca juga:  Peringatan Hari Bhakti Imigrasi, Kakanwil Kemenkumham PB: Inovasi Sudah Berjalan Baik

Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenkumham Papua Barat Slamet Prihantara mengatakan, deklarasi janji kinerja dan penandatanganan komitmen zona integritas ini dilakukan untuk mewujudkan pelayanan kepada masyarakat.

“Deklarasi ini semacam alat kendali kinerja secara berjenjang. Tujuannya untuk memastikan, bahwa seluruh sasaran dan target dapat tercapai. Kata lainnya itu kita harus punya komitmen dan konsistensi dalam menjaga sinergitas melayani masyarakat,” kata Prihantara.

Lebih lanjut, Prihantara menjelaskan, bahwa di Kemenkumham Papua Barat secara kelembagaan terdapat dua pelayanan, yakni non transaksional dan transaksional. Oleh sebab itu, deklarasi ini dibutuhkan untuk memperkuat kerjasama antar instansi dalam rangka menjaga dan merawat kinerja seluruh jajaran dalam bingkai integritas.

Baca juga:  DPRD Teluk Wondama Konsultasi Harmonisasi Raperda dengan Kemenkumham Papua Barat

“Dalam deklarasi ini kami mempersembahkan resolusi kepada masyarakat agar itu terwujud, yakni komitmen, profesionalisme dan akuntabilitas,” kata Prihantara.

Sementara, Asisten Ombudsman perwakilan Papua Barat Nina Lalenoh menegaskan, bahwa setelah Zona Integritas diterapkan maka hal selanjutnya yang perlu untuk dilakukan ialah menentukan komponen, yaitu komponen pengungkit dan hasil.

Kedua komponen itu akan menjadi faktor penentu pencapaian sasaran pembangunan Zona Integritas. Sebab, peningkatan kualitas pelayanan publik ialah meningkatkan inovasi pelayanan pada masing-masing instansi secara berkala sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat.

Baca juga:  Persegaf tak Ciut Hadapi Nama Besar Perseman

Menurut Lalenoh, hal tersebut telah tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 10 Tahun 2019 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi Dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM).

“Salah satu indikator yang perlu dilakukan untuk menerapkan peningkatan kualitas pelayanan publik adalah Standar Pelayanan. Kami (Ombudsman) yang akan mengevaluasi langsung kinerja instansi secara kelembagaan dan memberikan masukan hal-hal yang perlu untuk diperbaiki,” kata Lalenoh. (LP7/Red)

Latest articles

Khawatir Biaya Berobat TBC Mahal, Pasien di Manokwari Terbantu Layanan JKN...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Seorang pasien penderita Tuberkulosis (TBC) bernama Rolandra May (26) di Manokwari, Papua Barat, merasakan manfaat layanan JKN untuk pengobatan intensif tanpa...

More like this

Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah, PWNA Papua Barat Edukasi Kanker Payudara

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Papua Barat menggelar edukasi kesehatan mengenai...

Koperasi Merah Putih Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Pedesaan di Teluk Bintuni

TELUK BINTUNI, Linkpapua.id– Kabupaten Teluk Bintuni resmi memasuki babak baru penguatan ekonomi kerakyatan. Hal...

Bukti Kompeten, PWI Papua Barat Serahkan Sertifikat-Kartu UKW ke Wartawan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat menyerahkan sertifikat dan kartu Uji...