Kepala Bapenda Papua Barat Asuh 10 Anak di Manokwari Selatan

Published on

MANOKWARI SELATAN, Linkpapua.com—Pelaksana tugas (plt) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Papua Barat M. Bachri Yasin menjadi orang tua asuh bagi 10 anak stunting di Kabupaten Manokwari Selatan.

Langkah sebagai orang tua asuh Bachri Yasin ini, turut menambah jumlah anak asuh menjadi 30 orang di daerah tersebut hingga kini. Adapun kasus stunting di kabupaten Manokwari Selatan tercatat sebanyak 139 anak.

“Kita dikejar dengan penurunan 70 persen selama 6 bulan. Program orang tua asuh juga dijalankan di Manokwari Selatan. Pendamping posyandu dari BKKBN di kabupaten Manokwari Selatan yang akan menyalurkan bantuan kepada anak stunting dalam bentuk makanan,” kata Bachri Yasin, Minggu (18/6/2023).

Baca juga:  Waterpauw Pastikan Pembangunan BLK Oransbari Dilanjutkan Tahun Ini

Ia mengatakan, pemantauan terhadap anak stunting yang diasuh Bappenda akan dilakukan pada dua pekan mendatang. Pemantauan itu berdasarkan data pengukuran yang dilakukan saat ini.

Bachri Yasin berharap upaya yang dilakukan ini bisa membuahkan hasil. Sehingga anak-anak dapat keluar dari zona stunting.

Koordinator Pendamping Manokwari Selatan Nur Hayda Nasir mengatakan, terdapat 9  posyandu. Kata dia, anak yang dilakukan intervensi, yakni anak yang masuk gizi buruk dan usianya di bawah 2 tahun.

Baca juga:  Dinkes Beberkan Pemicu Naiknya Tren Penyebaran HIV/AIDS di Teluk Bintuni

“Mereka akan diberikan uang dan uang tersebut dikelola oleh TPK. TPK berikan makanan dua kali sehari dan melakukan pemantauan secara langsung,” jelasnya.

Diketahui pada tahun 2022, rercatat di Manokwari Selatan terdapat 91 kasus dengan privalensi 28,5 persen. Kasus ini melambung menjadi 139 kasus dengan privalensi 27,2 persen.

Adapun sebaran kasus stunting di Kabupaten Manokwari Selatan, yakni di Distrik Oransbari 55 kasus pada tahun 2022, bertambah menjadi 53 kasus pada 2023; distrik Dataran Isim 0 kasus pada tahun 2022. Tahun 2023, ditemukan 23 kasus stunting.

Baca juga:  Dulu Sentuh 3.962 Kasus, Bayi Stunting di Wondama Tersisa 216 Orang

Kemudian di distrik Ransiki terdapat 14 kasus pada tahun 2022, jumlahnya naik menjadi 25 kasus pada tahun 2023; distrik Mowiwaren tidak ditemukan pada 2022, namun melesat naik menjadi 20 kasus pada tahun 2023.

Sementara di distrik Neney ditemui 16 kasus pada tahun 2022, berkruang menjadi 15 kasus pada 2023; distrik Tahota ada 6 kasus pada 2022, menurun menjadi 3 kasus pada tahun 2023. (LP9/Red)

Latest articles

Suami di Manokwari Laporkan Istri dan Oknum Komisioner KPU ke Polisi...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Seorang suami berinisial R melaporkan istrinya, TJ, dan AM yang disebut sebagai Komisioner KPU Papua Barat periode 2025-2030 ke Polresta Manokwari....

More like this

Satpol PP dan Damkar Mansel Imbau Warga Tak Bakar Lahan Usai 9 Titik Kebakaran

MANSEL, LinkPapua.id - Satpol PP dan Damkar Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat, mengimbau masyarakat...

CKG Sekolah di Mansel, Dinkes Libatkan Seluruh Puskesmas Validasi Data

MANSEL, LinkPapua.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat, melibatkan seluruh...

Ancaman El Nino, Kapolres Mansel Minta Tim Ekspedisi Patriot ITS Waspadai Karhutla

MANSEL, LinkPapua.id - Kapolres Manokwari Selatan (Mansel) AKBP Marzel Doni mengingatkan Tim Ekspedisi Patriot...