Komisi II DPR RI Bahas Peluang Daerah Kelola Kawasan Perbatasan di Papua

Published on

MERAUKE, LinkPapua.id – Komisi II DPR RI tengah mendiskusikan pemberian kewenangan lebih besar bagi pemerintah daerah untuk mengelola kawasan di sekitar perbatasan negara. Langkah ini bertujuan agar daerah otonomi baru (DOB) di Papua dapat mengoptimalkan potensi wilayahnya secara mandiri.

“Masukan dari Pak Wakil Gubernur tadi sangat bagus sekali, salah satunya yang mungkin ke depan kita berharap daerah itu diberikan kewenangan untuk memiliki OPD terkait pengelolaan batas. Bagaimana mengelola kawasan itu nanti bisa melalui daerah,” ujar Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi di Merauke, Papua Selatan, Rabu (4/2/2026).

Baca juga:  Gubernur Dominggus Minta Komisi IX DPR RI Bantu Tingkatkan Faskes Papua Barat

Dede menjelaskan meski tapal batas tetap menjadi wewenang pusat, pengelolaan kawasan di sekitarnya sangat ideal jika diberikan kepada daerah. Hal ini diharapkan dapat mempercepat koordinasi pembangunan di wilayah pinggiran.

“Konsep kita berbicara PLBN ke depan itu tidak bisa hanya sekedar pos perbatasan saja. Tetapi harus menjadi sebuah sarana diplomasi antardua negara. Di mana antar dua negara itu mestinya saling menguntungkan. Baik dari sisi investasi, sisi ekonomi, sisi demand and supply,” tuturnya.

Baca juga:  Kemarau Basah Melanda, BMKG Prediksi Hujan di Atas Normal hingga Oktober

Politisi Partai Demokrat ini menekankan pentingnya perubahan paradigma fungsi Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Baginya, PLBN harus menjadi motor penggerak ekonomi dan investasi, bukan sekadar pagar pembatas fisik.

“Nah inilah yang sedang kami dorong. Sehingga, bukannya sekadar menjaga agar jangan sampai ada imigran gelap atau penyelundupan saja, tetapi terjadi proses ekonomi yang akan mendatangkan pendapatan asli daerah tentunya bagi daerah masing-masing,” tegas Dede Yusuf.

Baca juga:  Kapolri Ingatkan Soal Ideologi Pancasila Hadapi Pemilu 2024

DPR juga mendorong penambahan titik PLBN baru di wilayah strategis seperti Torasi dan Boven Digoel. Rencana ini dinilai akan memperluas peluang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor perdagangan lintas batas. (*/red)

Latest articles

Wabup Joko Lingara Sambut Hangat Kontingen Kaimana dan Fakfak di Pesparani...

0
TELUK BINTUNI,LinkPapua.id- Suasana hangat penuh sukacita menyelimuti penyambutan kontingen Kabupaten Kaimana dan Kabupaten Fakfak yang tiba di Teluk Bintuni untuk mengikuti Pesta Paduan Suara...

More like this

Program JKN Capai 282,7 Juta Peserta, BPJS Perkuat Layanan Digital

JAKARTA, LinkPapua.id – BPJS Kesehatan mencatat peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai...

Kepala Suku Besar Moni Ajak Masyarakat Papua Jaga Persatuan demi Pembangunan

JAYAPURA, LinkPapua.id – Kepala Suku Besar Moni, Musa Kobogau, mengajak seluruh masyarakat Papua menjaga...

Pemerintah Luncurkan Logo HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Karya Desainer Asal Padang

JAKARTA, LinkPapua.id - Pemerintah meluncurkan logo dan identitas visual hari ulang tahun (HUT) ke-81...