Massa Blokade Jalan, Tuntut Pelaku Tabrak Lari di Wondama Diproses Hukum

Published on

WASIOR, Linkpapua.com– Keluarga YA, korban meninggal dunia setelah ditabrak oknum anggota Polres Teluk Wondama, pada Minggu (15/3), menuntut pelaku Bripda PP dipecat dari Polri serta dijatuhi hukuman pidana.

Tuntutan itu disampaikan saat ditemui Bupati Teluk Wondama Elysa Auri bersama Wakil Bupati Anthonius Alex Marani di rumah kebarat korban di Wondiboi, Senin (16/3).

Ikut mendampingi Sekda Aser Waroy, Wakil Ketua II DPRK Teluk Wondama Herman Sawasemariai, Komandan Batalyon TP Uriwara serta Pasi Intel Kodim 1811/TW Lettu Mansyuradi.

“Kami minta nyawa diganti nyawa. Tapi kalau itu tidak bisa kami minta pelaku diberhentikan secara tidak hormat dari kepolisian, “kata Kery Rumbobiar mewakili keluarga korban.

Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Daerah Wondama Adrian Worengga menegaskan sebagai pertanggungjawaban, Bripda PP tidak hanya dijerat dengan hukuman pidana tetapi juga harus diproses dengan hukum adat.

Baca juga:  Besok Pergeseran Logistik, Kapolres Mansel Cek Kesiapan Personel

Hal itu supaya menjadi pembelajaran bagi oknum aparat lainnya yang kerap kali berlaku tidak terpuji terutama saat berkendara di jalan raya
.
Bripda PP sendiri diduga dalam pengaruh minuman beralkohol alias mabuk sehingga membuat dirinya hilang kendali dan kemudian menabrak YA bersama dua rekannya yang saat itu sedang berjalan di pinggir jalan.

“Urusan adat dan hukum (positif) berlaku supaya ini menjadi pelajaran untuk oknum yang lain dan semua masyarakat. Supaya lari (membawa) dengan motor itu jangan seperti jalan milik sendiri, “kata Worengga saat menemui massa yang melakukan pemalangan jalan.

Worengga menyoroti kebiasaan banyak oknum anggota kepolisian maupun TNI di Wondama yang kerap kali mengendarai kendaraan terutama sepeda motor dengan cara ugal-ugalan seolah-olah jalan yang dilewati adalah miliknya pribadi.

Padahal selaku aparat, kata pensiunan TNI AD ini, anggota Polri dan TNI itu seharusnya memberi contoh yang baik bagi masyarakat.

Baca juga:  Penyerahan LPPD Molor Lagi, Asisten II Pemprov PB Sentil Pimpinan OPD

“Selama ini oknum polisi dan TNI itu lari di jalan itu sama kayak jalan dia punya sendiri tidak pikir ada binatang ka manusia ka, hantam saja. Jadi bukan hanya bicara (aturan) kepada masyarakat harus begini-begini, lalu aparat justru kamu yang langgar, “lanjut Worengga.

Palang Dibuka

Sebagaimana diberitakan, massa yang tidak terima atas meninggalnya YA melampiaskan kemarahan dengan memblokade jalan Wasior-Rasiei, di Kampung Wondiboi pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIT.

Akibatnya arus lalu lintas dari arah Selatan maupun utara kota Wasior menjadi lumpuh karena Jalan Raya Wasior-Rasiei merupakan satu-satu akses yang bisa dilalui.

Alhasil banyak PNS Pemkab Wondama yang batal masuk kerja karena tidak bisa lewat.

Baca juga:  Luxen Thesia: Saya Kawal Aspirasi Rakyat dengan Sisa Waktu yang Ada

Massa juga sempat terlibat bentrok dengan aparat Polres Teluk Wondama saat menggeruduk Mapolres untuk meminta aparat mengeluarkan pelaku penabrakan, Senin siang.

Polisi bahkan sampai menembak gas air mata berulang kali untuk menghalau massa.

Meski awalnya bersikeras menolak membuka palang sampai dengan kedatangan jenazah, massa akhirnya setuju membuka blokade jalan pada sekitar pukul 15.00 WIT, Senin.

Palang dibuka setelah massa mendapatkan jaminan dari Ketua DAP Wondama bahwa pelaku akan diproses hukum pidana dan juga dikenai denda adat.

“Setelah jenazah di makamkan nanti, kita langsung urusan (urusan adat). Jadi mohon supaya palang dibuka supaya tidak mengganggu kepentingan umum, “ujar Worengga.

Sesuai informasi, jenazah YA tiba di Wasior dari Manokwari menggunakan kapal laut pada Selasa (17/3) pagi. Adapun Bripda PP telah ditahan di sel tahanan Polres Teluk Wondama. (Rex/Red)

Latest articles

Jelang Musda, DPD Golkar Manokwari Rampungkan Persiapan

0
MANOKWARI, Linkpapua.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Manokwari terus mematangkan persiapan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda). Hal itu dibahas dalam...

More like this

Hasil Seleksi Ketat, Papua Barat Siapkan 30 Penyanyi untuk Paduan Suara Upacara HUT Ke-81 RI

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyiapkan 30 anggota paduan suara untuk...

Pemkab Bintuni Sampaikan Laporan Pertanggungjawaban APBD 2025, Realisasi Pendapatan Rp2,62 Triliun

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni, Papua Barat, menyampaikan Rancangan Peraturan...

Aspirasi Orang Tua dan Siswa Membuahkan Hasil, Pemda Manokwari Tambah Rombongan Belajar di SMA Negeri 1 Manokwari

MANOKWARI, Linkpapua.id – Perjuangan panjang puluhan calon siswa bersama orang tua untuk memperoleh kursi...