MANOKWARI, LinkPapua.id – Sejumlah awak media mengeluhkan sulitnya mengakses data tindak lanjut hasil pemeriksaan keuangan pemerintah daerah ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Papua Barat. Menanggapi hal itu, BPK Papua Barat berjanji akan lebih terbuka dalam memberikan informasi kepada insan pers.
“Teman-teman media selama ini kesulitan dalam mengakses informasi lanjutan dari hasil pemeriksaan. Kami hanya mendapatkan informasi dari sidang paripurna DPR, setelah itu tindak lanjutnya seperti apa kami belum mendapat ruang untuk itu,” kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat Bustam.
Keluhan tersebut disampaikan Bustam dalam kegiatan sharing session yang digelar di Aula BPK RI Papua Barat, Kamis (20/11/2025). Dia pun menyambut baik inisiatif BPK yang kini mulai membuka ruang transparansi informasi bagi media.
“Selama ini kami kesulitan ketika ingin meng-update berita kami mengenai hasil pemeriksaan BPK. Kami ingin menanyakan kelanjutannya seperti apa dan prosesnya sudah sampai di mana, namun akses itulah yang belum kami dapatkan,” tutur wartawan Antara Papua Barat Fransiskus Weking.
Fransiskus turut berharap kegiatan tatap muka ini bukan sekadar agenda seremonial belaka. Dia menekankan pentingnya kemitraan berkelanjutan agar media mudah mengonfirmasi perkembangan hasil pemeriksaan ke depannya.
“Tidak semua kegiatan BPK dapat disebarluaskan kepada publik karena ada informasi yang bersifat rahasia. Olehnya, saya meminta para wartawan untuk mengklarifikasi jika ingin membuat berita agar hasilnya benar-benar valid dan akurat,” ujar Kepala Perwakilan BPK Papua Barat Agus Priyono.
Agus Priyono menekankan pentingnya peran aktif media dalam mendorong tata kelola keuangan pemerintah daerah yang lebih baik. Ia berharap media massa dapat memberitakan hasil pemeriksaan dengan data yang valid sebagai dasar pengambilan keputusan. (LP14/red)
