Mesin PCR di RSUD Albert Wondama Alih Fungsi jadi Pendeteksi Virus HIV

Published on

WASIOR, linkpapua.com – Direktur RSUD DR Alberth Torey Kabupaten Teluk Wondama dr Yoce Kurniawan angkat bicara perihal nasib mesin PCR (polymerase chain reaction) untuk pemeriksaan Covid-19 pascapencabutan status pandemi. ​Yoce mengatakan, alat kesehatan (alkes) Covid-19 seperti mesin PCR masih tetap berfungsi sampai sekarang, namun sasarannya tidak lagi untuk pemeriksaan Covid-19.

“Alat PCR masih tetap difungsikan. Salah satunya untuk memeriksa jumlah virus pada pasien HIV,” ungkap Yoce saat rapat kerja dengan Komisi C DPRD Teluk Wondama di kantor DPRD di Isei, Kamis lalu.

Baca juga:  Penduduk Miskin Ekstrem Masih Tinggi di Wondama, DPRK Harap Torobosan Pemda

Pemkab Teluk Wondama diketahui membeli mesin PCR seharga Rp5 miliar pada 2020 untuk mempermudah pemeriksaan Covid-19. Dengan adanya mesin PCR maka sejak Maret 2021, pemeriksaan Covid-19 sudah bisa dilakukan di RSUD Teluk Wondama.

Sebelumnya sampel swab harus dikirim ke RS Provinsi Papua Barat di Manokwari. Selain mesin PCR, lanjut mantan jubir Satgas Covid-19 Teluk Wondama ini, beberapa peralatan untuk penanganan pasien Covid-19 juga masih tetap dipakai sampai sekarang ini.

Baca juga:  Pemkab Teluk Bintuni Gelar Seleksi Terbuka 11 Jabatan, ini Tahapan Lengkapnya

Antara lain ventilator atau alat bantu pernapasan yang dipakai untuk pasien di ruangan ICU (intensive care unit).

“Jadi orang yang ga bisa nafas bisa kita bantu dengan alat bantu nafas yaitu ventilator. Jadi alkes Covid itu terpakai semua. Tidak mubazir karena kita beli yang bagus,“ ujar Ketua IDI Teluk Wondama ini.

Baca juga:  Bacaleg Golkar Teluk Wondama Bertabur Tokoh, Ada Mantan Bupati Imburi

dr Yoce menambahkan, keberadaan mesin PCR yang sekarang ini difungsikan untuk pemeriksaan virus HIV membuat RSUD DR Alberth Torey kini menjadi rumah sakit rujukan untuk pemeriksaan HIV/AIDS di Provinsi Papua Barat.
“Sehingga Wondama dijadikan pusat rujukan (HIV/AIDS) Manokwari Raya yakni (kabupaten) Manokwari, Bintuni, Manokwari Selatan, Pegaf (Pegunungan Arfak), Kaimana dan Fakfak. Jadi pusat rujukannya di Wondama karena alat Covid tadi, “papar Yoce. (Rex/LP) 

Latest articles

Realisasi TKD 72 Persen, Wabup Bintuni Minta OPD Tuntaskan Program

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta organisasi perangkat daerah (OPD) segera menuntaskan program yang anggarannya telah tersedia. Permintaan...

More like this

Pimpinan KKB Ditangkap di Bandara Yahukimo, Hendak Transaksi Senjata Api

YAHUKIMO, LinkPapua.id – Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Abdon Kisamdu ditangkap di Bandara Nop...

DPRK Wondama Segera Bahas Usulan DOB Kuri Wamesa

TELUK WONDAMA, LinkPapua.id - DPRK Teluk Wondama, Papua Barat, mendukung usulan pembentukan calon Daerah...

Hasil Seleksi Ketat, Papua Barat Siapkan 30 Penyanyi untuk Paduan Suara Upacara HUT Ke-81 RI

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyiapkan 30 anggota paduan suara untuk...