Penduduk Miskin Ekstrem Masih Tinggi di Wondama, DPRK Harap Torobosan Pemda

Published on

WASIOR, linkpapua.com- Kabupaten Teluk Wondama berhasil memangkas angka kemiskinan dan mendorong kenaikan pendapatan per kapita penduduk. Hanya saja, populasi penduduk miskin ekstrem masih tergolong tinggi.

DPRK Wondama menilai, terjadi penurunan angka kemiskinan. Akan tetapi sebagian besar dari 6 persen lebih penduduk miskin masih dalam kategori miskin ekstrem.

Berdasarkan data Susenas Maret 2023, jumlah penduduk miskin di Teluk Wondama tahun 2023 sebanyak 10.240 jiwa atau 28,90 persen dari total penduduk.

“Secara jumlah, penduduk miskin mengalami penurunan dibandingkan tahun 2022 dengan persentase turun sebesar 1,16 poin,“ ungkap Bupati Teluk Wondama Hendrik Mambor saat menyampaikan pidato pengantar LKPJ Kepala Daerah tahun anggaran 2023, pekan lalu.

Baca juga:  Wakil Ketua Komisi VII DPR RI: Rp1,4 Triliun Tak Cukup Bangun Papua Barat Daya

Bupati menambahkan, garis kemiskinan Kabupaten Teluk Wondama pada 2023 juga mengalami peningkatan dibanding tahun 2022. Yakni dari Rp614.573 perkapita perbulan naik menjadi sebesar Rp659.187.

Garis kemiskinan adalah tingkat minimum pendapatan yang dianggap perlu dipenuhi untuk memperoleh standar hidup yang mencukupi di suatu negara.

Baca juga:  Polres Pegaf Siagakan Personel di Posko Pencarian Korban Banjir Bandang

“Kenaikan garis kemiskinan ini merupakan signal bahwa taraf perekonomian masyarakat secara umum di Kabupaten Teluk Wondama semakin baik,“ ucap Mambor.

Sejalan dengan itu, tingkat keparahan kemiskinan juga mengalami penurunan. Pada periode Maret 2023, tingkat keparahan kemiskinan di Teluk Wondama tercatat sebesar 1,56 atau menurun dibanding tahun 2022.

“Hal ini mengindikasikan bahwa ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin semakin rendah, “jelas bupati.

Sementara itu, Ketua DPR Kabupaten Teluk Wondama Herman Sawasemariay menekankan bahwa meskipun terus berkurang namun angka kemiskinan di Teluk Wondama relatif masih tinggi.

Baca juga:  Reses DPRK Teluk Wondama, Warga Wasior Curhat soal Krisis Air-Ekonomi Lesu

Apalagi sekitar enam persen dari 28,90 persen penduduk miskin di Teluk Wondama termasuk kategori miskin ekstrem.

Karena itu DPRK mengharapkan Pemkab merancang strategi yang tepat untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di Teluk Wondama.

“Untuk itu kami mendorong kepala daerah membuat kebijakan khusus bidang ekonomi untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat sehingga terjadi percepatan pengurangan kemiskinan di Kabupaten Teluk Wondama,“ kata Herman. (Rex).

Latest articles

Gubernur Papua Barat Ajak Tokoh Agama-Adat Dukung Gerakan Ayo ke Posyandu

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak tokoh agama, tokoh adat, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan mendukung gerakan 'Ayo ke Posyandu'....

More like this

Laporan terhadap Tiga Pengurus BKMT Dihentikan, Kuasa Hukum Sebut Murni Sengketa Internal

MANOKWARI, Linkpapua.id-Polda Papua Barat menghentikan penyelidikan atas laporan tindak pidana terhadap 3 pengurus dan...

Kapolresta Manokwari Pimpin Sertijab Tiga Pejabat Utama dan Kapolsek

MANOKWARI, Linkpapua.id- Kapolresta Manokwari, Kombes Pol Ongky Isgunawan, memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab)...

BKKBN Papua Barat Gandeng Sekolah Sukseskan Gerakan Ayah Mengambil Rapor

MANOKWARI, Linkpapua.id– Program Gerakan Ayah Mengambil Rapor di Sekolah (GEMAR) yang digagas Kementerian Kependudukan...