Minim Temuan Kasus TBC Anak di Papua Barat, Pemprov Bentuk Tim Percepatan

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat membentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) untuk meningkatkan penemuan dan pengobatan kasus TBC pada anak. Hingga September 2026, baru 200 kasus ditemukan dari target 489 kasus atau sekitar 41%.

“Artinya, dari data tersebut masih banyak anak Papua Barat yang mungkin sedang sakit tanpa diagnosis dan tanpa pengobatan,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere saat membuka pertemuan lintas sektor penanggulangan TBC anak di Aston Niu Hotel, Manokwari, Kamis (15/10/2026).

Berdasarkan estimasi sasaran penanggulangan TBC di Papua Barat, kasus pada anak diperkirakan mencapai 489 dari total sasaran 3.063 kasus atau sekitar 16%. Sementara itu, cakupan penemuan dan pengobatan TBC secara keseluruhan telah mencapai 60% selama Januari-September 2026.

Ali Baham mengatakan penanganan TBC anak tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Faktor gizi, kualitas hunian, kemiskinan, stigma masyarakat, dan keterbatasan akses layanan kesehatan turut memengaruhi penanganan penyakit tersebut.

Karena itu, Pemprov Papua Barat mendorong keterlibatan pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, sekolah, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan keluarga. Kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat penemuan kasus sekaligus memastikan anak mendapatkan pengobatan.

Ali Baham menilai rasa takut dan malu masih menjadi penghalang bagi sebagian keluarga untuk membawa anak menjalani pemeriksaan. Padahal, TBC dapat dicegah dan disembuhkan jika pasien mendapat penanganan yang tepat.

Pembentukan tim percepatan tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Ali Baham meminta rancangan surat keputusan pembentukan tim disempurnakan agar setiap sektor memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas.

“Tim ini tidak boleh hanya ada di atas kertas. Tim ini harus memiliki rencana aksi, anggaran, dan jadwal pertemuan rutin untuk meninjau kemajuan,” katanya.

Ali Baham memastikan akan mendorong agar surat keputusan pembentukan tim segera diproses untuk ditetapkan gubernur. Kinerja tim nantinya akan dipantau secara berkala.

Selain membentuk tim, Pemprov Papua Barat mendorong integrasi penanganan TBC dengan program HIV/AIDS, malaria, dan kusta. Integrasi itu mencakup skrining, pemeriksaan kontak serumah, penyediaan logistik, serta pelatihan kader yang terhubung dengan program gizi, imunisasi, kesehatan ibu, dan anak.

Biro Hukum Sekretariat Daerah bersama Dinas Kesehatan juga ditugaskan mengkaji penyusunan Peraturan Gubernur tentang penanggulangan terpadu HIV/AIDS, TBC, malaria, dan kusta. Regulasi tersebut diharapkan menjadi dasar hukum agar kolaborasi lintas sektor berjalan berkelanjutan.

Ali Baham meminta Bappeda, BPKAD, dan Dinas Kesehatan memasukkan program penanggulangan TBC, termasuk pada anak, ke dalam perencanaan dan penganggaran daerah. Dukungan juga diminta dari perangkat daerah di luar sektor kesehatan.

Dinas Pendidikan didorong memperkuat peran sekolah, sedangkan DP3AP2KB, TP-PKK, dan Posyandu diminta mendampingi keluarga. Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, serta Dinas PUPR juga diharapkan mendukung perlindungan sosial, penguatan kader kampung, dan penyediaan hunian sehat.

Dinas Dukcapil diminta membantu memastikan identitas dan jaminan kesehatan pasien, sementara Diskominfo dan media berperan dalam edukasi publik. TNI dan Polri juga diharapkan membantu menjangkau wilayah yang sulit diakses.

Ali Baham meminta hasil pertemuan tingkat provinsi ditindaklanjuti hingga kabupaten, puskesmas, dan kampung. Pembentukan tim percepatan penanggulangan TBC di tingkat kabupaten juga diperlukan agar penanganan berjalan hingga ke masyarakat.

Dia berharap kolaborasi lintas sektor mempercepat penemuan kasus, memastikan anak memperoleh pengobatan, dan memperkuat pendampingan keluarga. Menurutnya, penanganan TBC perlu menjadi bagian dari upaya pembangunan manusia di Papua Barat, bukan hanya urusan kesehatan.

“Anak-anak adalah masa depan Papua Barat. Setiap anak yang ditemukan lebih awal, diobati sampai sembuh, dan keluarganya didampingi adalah keberhasilan kita bersama,” ucapnya. (LP14/red)

Latest articles

‎Satgas TMMD Ke-130 Kodim Mansel Rehabilitasi Rumah Warga, Perkuat Gotong Royong

0
MANSEL, LinkPapua.id – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan (Mansel) merehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga yang membutuhkan...

More like this

Pemprov Papua Barat Teken MoU dengan ICBA, Dorong Manfaat Karbon Hutan untuk Masyarakat Adat

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of...

‎Kepala Kanreg XIV BKN Manokwari Temui Gubernur Papua Barat, Pengangkatan CPNS/PPPK Tunggu Pusat

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kepala Kantor Regional (Kanreg) XIV Badan Kepegawaian Negara (BKN) Manokwari Jatmiko...

‎Pemprov Papua Barat Gelar Seleksi 4 Jabatan Eselon II, Presentasi Dijadwalkan 20 Oktober

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menggelar uji kompetensi atau job fit...