OJK: Sektor Keuangan Papua Barat Stabil, Aset Perbankan Rp32,16 Triliun

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja sektor jasa keuangan di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya dalam kondisi relatif stabil sepanjang 2025. Pertumbuhan sektor perbankan menjadi penopang utama dengan total aset yang kini mencapai angka Rp32,16 triliun.

“Penyaluran kredit mencapai Rp19,47 triliun atau 98,41 persen dari total kredit, serta penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp16,46 triliun atau 99,34 persen,” ujar Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya Budi Rahman dalam jumpa pers, Minggu (8/3/2026).

Budi menjelaskan sektor perbankan di wilayah tersebut saat ini masih didominasi kuat oleh bank umum. Pangsa aset perbankan umum bahkan menyentuh angka 98,94 persen dari total keseluruhan aset daerah.

Kondisi positif ini juga tercermin pada kinerja perbankan syariah yang terus menunjukkan tren pertumbuhan. Nilai aset perbankan syariah tercatat sebesar Rp554,13 miliar atau tumbuh 1,72 persen secara tahunan.

Penyaluran dana pihak ketiga perbankan syariah juga terpantau meningkat sebesar 7,52 persen menjadi Rp511,73 miliar. Sementara itu, dukungan perbankan terhadap sektor UMKM terus diperkuat dengan penyaluran kredit mencapai Rp5.626,35 miliar.

Meski penyaluran kredit UMKM cukup besar, risiko kredit bermasalah atau NPL masih terjaga pada posisi 3,47 persen. Angka tersebut dipastikan masih berada di bawah ambang batas aman sebesar 5 persen.

“Dalam aspek perlindungan konsumen, hingga 28 Februari 2026 OJK mencatat terdapat 55 layanan kepada masyarakat. Layanan tersebut terdiri dari 12 pengaduan, 41 permintaan informasi, dan dua penerimaan informasi dari masyarakat. Mayoritas layanan disampaikan melalui kunjungan langsung (walk-in) sebanyak 75 persen,” kata Budi.

Pihak OJK juga aktif melakukan edukasi keuangan melalui program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) di berbagai titik. Tercatat sudah 18 kegiatan dilaksanakan dengan total peserta mencapai 1.797 orang dari berbagai kalangan.

Di sisi lain, OJK bersama Satgas Penanganan Aktivitas Keuangan Ilegal terus memperketat pengawasan terhadap pinjol dan investasi bodong. Secara nasional, kerugian akibat investasi ilegal sejak 2017 hingga triwulan III 2025 telah mencapai Rp142,22 triliun.

Budi pun mengingatkan masyarakat Papua Barat agar selalu waspada terhadap modus penipuan investasi hingga penawaran kerja palsu. Masyarakat diminta tidak mudah tergiur oleh tawaran keuntungan yang tidak wajar melalui media sosial. (LP14/red)

Latest articles

Pimpinan KKB Ditangkap di Bandara Yahukimo, Hendak Transaksi Senjata Api

0
YAHUKIMO, LinkPapua.id – Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Abdon Kisamdu ditangkap di Bandara Nop Goliat Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan. Abdon ditangkap pasukan Yon 462...

More like this

Waktu Makin Sempit, Wagub Papua Barat Minta OPD Gercep Tindak Lanjuti Perubahan APBD

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani meminta organisasi perangkat daerah...

Sampah Cemari Laut Papua Barat, Wagub Minta ASN Bangun Kesadaran Warga

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani meminta ASN ikut membangun...

Biro Adpim Papua Barat Perkenalkan Gercep Protokol, Solusi Jadwal Pimpinan Berubah Dadakan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Papua Barat memperkenalkan inovasi Gercep Protokol...