Bantu UMKM Maybrat, OJK Dorong Warga Gunakan Akses Pembiayaan Formal

Published on

MAYBRAT, LinkPapua.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua Barat dan Papua Barat Daya mendorong pelaku UMKM di Kabupaten Maybrat untuk beralih ke lembaga keuangan formal. Langkah ini diambil guna memutus ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman nonformal berbunga tinggi serta memperkuat inklusi keuangan di wilayah tersebut.

“Melalui kegiatan ini masyarakat dapat memperoleh pengetahuan tentang akses keuangan formal. Kehadiran OJK diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memberantas aktivitas keuangan ilegal dan mendorong sektor produktif, khususnya UMKM,” kata Asisten II Setda Kabupaten Maybrat, Engelbertus Turot, dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).

Engelbertus mengapresiasi kehadiran OJK yang bersedia menjangkau wilayah Maybrat meski menghadapi tantangan geografis yang cukup besar. Menurutnya, edukasi ini sangat penting agar masyarakat mengenal produk pembiayaan yang resmi dan aman.

“Penting bagi masyarakat untuk memastikan lembaga jasa keuangan yang digunakan telah berizin dan memahami manfaat serta risiko dari setiap produk keuangan,” ujar Manajer Pengawasan Perilaku PUJK OJK Pabar Pabarda, Stella Martje Matitaputty.

Stella menegaskan pemahaman mengenai legalitas lembaga jasa keuangan adalah kunci utama sebelum masyarakat menggunakan produk investasi. OJK terus memberikan pembekalan agar warga tidak terjebak dalam skema keuangan ilegal yang merugikan.

Rangkaian kegiatan edukasi ini ditutup di Gereja Katolik Paroki St Yosef, Maybrat, pada Kamis (5/2) lalu. Fokus kegiatan adalah memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang bahaya aktivitas keuangan ilegal.

Sebelumnya, OJK juga menggelar kegiatan serupa bagi pelaku UMKM di Balai Seyolo, Distrik Teminabuan, Sorong Selatan. Pemanfaatan produk keuangan formal dinilai menjadi solusi berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedalaman.

“Kami berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar literasi keuangan masyarakat terus meningkat dan terhindar dari penipuan investasi maupun praktik keuangan ilegal lainnya,” ucap Kepala Kampung Seyolo, Yusuf Nunuweli.

Yusuf berharap edukasi ini membuat warga semakin waspada terhadap modus-modus penipuan yang marak terjadi. OJK sendiri berkomitmen untuk terus memperluas program inklusi keuangan hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). (LP14/red)

Latest articles

DPRK Wondama Dorong Pemkab Berikan TPP ASN Triwulan IV 2026, Jadi...

0
TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – DPRK Teluk Wondama, Papua Barat, kembali mendorong Pemkab Teluk Wondama mengupayakan pembayaran tunjangan penghasilan pegawai (TPP) bagi ASN pada triwulan...

More like this

PSSI Papua Barat Mulai Tahapan Pemilihan Ketua, Pendaftaran Dibuka 5-9 Oktober

MANOKWARI, LinkPapua.id – Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Papua Barat...

Nilai Ekspor Papua Barat Agustus 2026 Melonjak Jadi US$297,51 Juta, Didominasi Bahan Bakar Mineral

MANOKWARI, LinkPapua.id – Nilai ekspor Papua Barat pada Agustus 2026 melonjak menjadi US$297,51 juta....

BGN Ungkap Perputaran Anggaran MBG di Papua Barat Capai Rp36 Miliar per Bulan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap perputaran anggaran program Makan Bergizi Gratis...