27 C
Manokwari
Rabu, Maret 25, 2026
27 C
Manokwari
More

    Papua Barat Dorong Potensi Bintuni-Arfak-Kaimana Jadi Wisata Unggulan

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Hutan mangrove di Teluk Bintuni, kawasan Pegunungan Arfak (Pegaf), dan Teluk Triton di Kaimana ditargetkan jadi ikon wisata unggulan Papua Barat. Tiga kawasan itu disebut sudah dikenal dunia dan punya nilai jual tinggi.

    “Tiga titik itu yang memang menjadi objek unggulan yang dikembangkan agar ke depan kita juga punya ikon pariwisata unggul di Papua Barat. Mengapa tiga titik ini? Karena memang tiga tempat ini telah memiliki nilai dan dikenal dunia,” kata Ketua Bapemperda DPR Papua Barat Amin Ngabali usai rapat terkait raperdasi rencana induk kepariwisataan (RIP) di Hotel Vitta Niu, Manokwari, Rabu (1/10/2025).

    Baca juga:  Dewan Pesimistis Bisa Rampungkan Pembahasan APBD Papua Barat 30 November

    Amin menyebut hutan mangrove Bintuni merupakan yang terbesar kedua di dunia. Potensi ini sudah diakui secara internasional sehingga bisa menjadi daya tarik utama wisata mangrove.

    Kawasan Pegaf juga memiliki keunggulan dengan suhu dingin khas dan keindahan Danau Anggi Giji serta Anggi Gida. Dia menilai potensi itu sangat layak didorong sebagai wisata unggulan.

    Kemudian, Teluk Triton di Kaimana juga masuk daftar prioritas. Kawasan ini sudah dikenal dunia dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut.

    Baca juga:  Wabup Raja Ampat: GAMKI Punya Peran Vital Cetak Pemuda Berkarakter

    Amin menambahkan pengembangan pariwisata tak hanya fokus pada tiga kawasan tersebut. Ada pula pantai Amban yang dikenal sebagai ikon surfing dunia dan wisata kampung Kwau yang baru diresmikan.

    Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Papua Barat Eduard Toansiba menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti usulan Bapemperda. Dia menyebut catatan dan masukan yang ada akan menjadi dasar penyusunan program.

    “Saran dan masukan telah kami terima dan catatan-catatan ini akan menjadi pertimbangan ketika kami akan membuat program dalam upaya pengembangan kepariwisataan,” ucapnya.

    Baca juga:  Harga Bapok Mulai Naik, DPR PB Minta Pemerintah Awasi Spekulan

    Toansiba berharap raperdasi RIP segera disahkan. Menurutnya, aturan itu akan menjadi pedoman pengembangan pariwisata pada 2026 sesuai RPJMD.

    “Dengan berpisah Papua Barat dan Papua Barat Daya, tentu banyak memisahkan kawasan-kawasan pariwisata yang kita miliki. Raperdasi inilah yang menjadi acuan dasar hukum dalam pengembangan kepariwisataan,” terangnya.

    Menurutnya, Pegaf dan Kaimana tetap diprioritaskan dalam RPJMD. Sementara di Manokwari, fokus diarahkan pada pengembangan situs-situs keagamaan. (LP14/red)

     

    Latest articles

    Persipegaf Launching Jersey Baru, Siap Arungi Liga 4

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id-Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak, Dominggus Saiba S.Pd.K., M.Si bersama Sekretaris Daerah, Ever Dowansiba S.IP, M.Si resmi melauncing jersey baru tim kebanggaan masyarakat Pegunungan...

    More like this

    Persipegaf Launching Jersey Baru, Siap Arungi Liga 4

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak, Dominggus Saiba S.Pd.K., M.Si bersama Sekretaris Daerah, Ever Dowansiba...

    Resmi! Ini Penampakan dan Makna Logo Pesparani Katolik IV Papua Barat 2026

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Logo Pesparani Katolik IV Provinsi Papua Barat 2026 di Kabupaten Teluk...

    Baku Tembak Pecah di Aifat Selatan Maybrat, 2 TNI AL Gugur

    MAYBRAT, LinkPapua.id - Kontak tembak antara aparat keamanan dengan kelompok sipil bersenjata pecah di...