Papua Barat Sahkan Perda Hak Keuangan dan KTR, Publik Diminta Awasi

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi dan DPR Papua Barat mengesahkan Perda tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan maupun Anggota DPR Papua Barat serta Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Pengesahan dua regulasi ini kini menanti pengawasan ketat dari publik agar pelaksanaannya tetap transparan dan akuntabel.

“Seluruh substansi yang disepakati telah diselaraskan dengan kondisi fiskal daerah serta tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola keuangan daerah yang baik,” kata Sekda Papua Barat Ali Baham Temongmere saat membacakan sambutan Gubernur dalam rapat paripurna di Hotel Aston Niu, Manokwari, Senin (22/12/2025).

Baca juga:  Kemendagri Hanya Setujui 16 Ranperdasi-Ranperdasus Papua Barat, Ini Daftar yang Ditolak

Ali Baham menjelaskan pengesahan Perda Hak Keuangan merupakan langkah untuk menjamin kepastian hukum di lingkungan dewan. Regulasi ini disusun sebagai penyesuaian terhadap peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi guna menjamin akuntabilitas pengelolaan keuangan dewan.

Terkait Perda KTR, Ali Baham menilai aturan ini sangat strategis bagi perlindungan kesehatan publik di Papua Barat. Langkah ini menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas lingkungan serta membentuk perilaku hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.

Namun, dia mengakui tantangan terbesar aturan KTR ini terletak pada konsistensi implementasi di lapangan. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen melakukan sosialisasi masif dan penguatan pengawasan dengan melibatkan berbagai sektor.

Baca juga:  Sertijab Ketua TP PKK Papua Barat, Juliana Komitmen Lanjutkan Program Prioritas

“Penetapan perda harus diikuti dengan pengawasan dan evaluasi berkelanjutan agar regulasi yang dihasilkan benar-benar menjadi landasan hukum yang kuat dan memberikan perlindungan nyata bagi kepentingan masyarakat,” tegas Wakil Ketua II DPR Papua Barat Syamsuddin Seknun.

Syamsuddin menyebut penetapan ranperda non-APBD yang telah melalui tahapan pengharmonisan ini mencerminkan komitmen bersama. Dia menegaskan kerja sama eksekutif dan legislatif sangat penting dalam menghadirkan regulasi yang sesuai kebutuhan riil daerah.

Baca juga:  Air Sumur Tercemar, Pemilik Kos di Manokwari Polisikan Dapur MBG

Rapat paripurna ini sendiri dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, serta para anggota dewan. Seluruh fraksi secara prinsip telah menyetujui kedua rancangan peraturan daerah tersebut untuk segera ditetapkan menjadi peraturan daerah.

Dua perda ini nantinya akan melewati proses evaluasi di Kementerian Dalam Negeri sebelum resmi diberlakukan secara penuh. Publik pun diminta berperan aktif mengawasi jalannya regulasi ini agar tidak hanya berhenti pada tataran normatif. (LP14/red)

Latest articles

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi motor utama perekonomian daerah, tetapi belum sepenuhnya memperkuat fiskal dan...

More like this

Lewat Duta Muda EduTour, BPJS Kesehatan Perkuat Literasi JKN di Kalangan Pelajar

MANOKWARI, LinkPapua.id – BPJS Kesehatan Cabang Manokwari memperkuat literasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)...

PI 10 Persen Tak Kunjung Cair, Gubernur Papua Barat Desak Pemerintah Pusat Percepat Hak Migas Daerah

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendesak pemerintah pusat mempercepat realisasi participating...

Waktu Makin Sempit, Wagub Papua Barat Minta OPD Gercep Tindak Lanjuti Perubahan APBD

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani meminta organisasi perangkat daerah...