Pemkab Teluk Bintuni-Keluarga Yettu Sepakat Tak Ada Pemalangan Bandara, Ada Batas Waktu

Published on

TELUK BINTUNI, LinkPapua.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni melakukan pertemuan dengan keluarga Yettu, Kamis (14/9/2023), membahas permasalahan terkait Bandara Bintuni.

Pertemuan yang berlangsung di kediaman Marianus Yettu di Distrik Bintuni ini dihadiri langsung Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw, serta sejumlah pejabat, seperti Kasat Intel Polres Teluk Bintuni, Iptu Sofyan Togubu; perwakilan KP2 Udara, Jack Sawaki; Danramil 1806-01 Bintuni, Letda Montong; dan Kabag Humas serta Protokoler Setda Teluk Bintuni, Dominggus Patikkawa.

Pihak keluarga Yettu, yang diwakili Marianus, mengemukakan tuntutannya terkait empat surat keputusan (SK) kampung yang mereka inginkan untuk dikonfirmasi dan disahkan Bupati Teluk Bintuni. Empat SK itu meliputi Kilo 3, Kilo 5 (jalan masuk Petro Tekno), Kilo 6 (pom bensin), dan Kilo 14.

Baca juga:  Tim Penyusun RPB Fokus pada 8 Bencana Rawan di Papua Barat

Selain itu, Ani Yettu, anak dari Marten Yettu, juga mengajukan permintaan berupa sejumlah uang yang jumlahnya belum diungkapkan secara rinci.

Ani Yettu menegaskan tuntutannya sesuai dengan janji yang pernah diberikan Bupati Teluk Bintuni pada pertemuan tahun sebelumnya.

Dalam tanggapannya, Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw, memberikan jaminan kepada pihak keluarga Yettu akan menerima uang sebagai bentuk kerahiman atas hak ulayat Bandara Bintuni.

Baca juga:  KPU Gelar Rapat, Bahas Tahapan Pilkada Papua Barat

Ia juga meminta agar tidak ada tindakan pemalangan terhadap Bandara Bintuni. “Saya meminta dengan hormat agar tidak ada pemalangan terhadap Bandara Bintuni,” ujarnya.

Selanjutnya, Kasihiw menyampaikan akan berkoordinasi dengan kejaksaan untuk mediasi guna menentukan jumlah uang kerahiman secara transparan dan akuntabel.

Terkait dengan empat SK kampung, Kasihiw menjelaskan bahwa itu adalah bagian dari rencana pemerintah daerah dan meminta keluarga Yettu untuk bersabar.

Ia pun memberikan tenggat waktu kepada keluarga Yettu untuk membahas besaran uang kerahiman bersama tim yang akan dibentuk.

Baca juga:  Wabup Joko Lingara Siap Realisasikan Kantor PCNU di Teluk Bintuni

“Satu minggu mulai dari hari ini kepada keluarga Yettu untuk membahas besaran uang kerahiman bersama tim yang akan dibentuk,” ujarnya.

Selama proses pembahasan, Kasihiw mengharapkan keluarga Yettu untuk tidak melakukan pemalangan di Bandara Bintuni sampai ada kesepakatan yang mencapai titik terang.

Keluarga Yettu sepakat dengan permintaan tersebut, tetapi mereka menegaskan jika batas waktu yang telah disepakati tidak terpenuhi, maka mereka akan mengambil langkah pemalangan terhadap Bandara Bintuni. (LP5/Red)

Latest articles

Wisatawan Asal Belanda Dianiaya di Amban Manokwari, Polisi Buru Pelaku

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Polresta Manokwari memburu pelaku penganiayaan terhadap seorang wisatawan asal Belanda di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Polisi mengerahkan Tim Khusus (Timsus) dan...

More like this

Tim Hukum Minta Penyidik Telusuri Orang-Orang Terdekat Yanto Sebelum Hilang

MANOKWARI, Linkpapua.id- Tim Hukum Keluarga Yanto Idorway meminta penyidik memperjelas informasi mengenai seorang oknum anggota...

Imam Muslih Tekankan Pentingnya Pencegahan Karhutla dan Pengawasan Kawasan Hutan

MANOKWARI, Linkpapua.id– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap di sejumlah wilayah...

Imam Muslih: Pemuda Harus Siap Hadapi Tantangan Dunia Kerja dan Teknologi

MANOKWARI, Linkpapua.id – Generasi muda di Manokwari didorong untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan...