Pemprov Papua Barat Kebut Sertifikasi 2,29 Juta Benih Kakao-Kalapa

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemprov Papua Barat mengebut sertifikasi 2.290.100 batang benih komoditas perkebunan kakao, pala, dan kelapa. Benih tersebut ditargetkan siap disalurkan kepada petani mulai November 2026 hingga awal 2027.

“Volume ini sangat besar dan tidak sebanding dengan jumlah PBT (Pengawas Benih Tanaman) tanaman perkebunan yang tersedia di daerah. Kalau persepsi dan prosedur sertifikasi tidak disamakan dari awal, risiko penyaluran benih ke petani bisa tertunda,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHB) Papua Barat Lodwik Anari saat membuka Pelatihan Peningkatan Kapabilitas PBT untuk Sertifikasi Benih Tanaman Perkebunan di Manokwari, Selasa (8/9/2026).

Baca juga:  Kru Kapal Kelahiran Ukraina Dilaporkan Hilang di Laut Manokwari

Sebanyak 2.100.000 batang benih kakao ditargetkan siap salur pada November 2026. Selain itu, ada 180.000 batang benih pala dan 10.100 batang benih kelapa tipe intermediate yang ditargetkan siap salur pada awal 2027.

Lodwik mengatakan tujuh komoditas perkebunan akan masuk tahap sertifikasi secara bersamaan pada September-November 2026. Tiga komoditas yang menjadi prioritas yakni kakao, pala, dan kelapa.

Pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari dan diikuti 30 peserta. Peserta berasal dari tiga instansi teknis, yakni Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian, Dinas TPHB Papua Barat, serta UPTD Balai Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan.

Baca juga:  Kadis Ketahanan Pangan PB Beberkan Imbas Peralihan Anggaran: 4 Rumah Inovasi Gagal

Menurut Lodwik, pelatihan digelar untuk menyamakan pemahaman dan standar kerja dalam sertifikasi benih kakao, pala, dan kelapa. Dengan standar yang sama, proses sertifikasi di lapangan diharapkan berjalan cepat dan tidak menghambat distribusi benih.

“Saya minta peserta serius mengikuti setiap sesi dan ajukan pertanyaan saat diskusi. Hasil pre-test dan post-test harus benar-benar mencerminkan penguasaan materi, bukan formalitas. Karena kompetensi ini akan langsung diuji di lapangan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Baca juga:  Harkitnas 2026, Wagub Papua Barat Ingatkan Tantangan Bangsa Bergeser ke Ruang Digital

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Perbenihan Perkebunan Kementan yang menunjuk Papua Barat sebagai lokasi pelatihan. Ucapan serupa disampaikan kepada BBPPTP Ambon dan BBPPTP Surabaya yang hadir sebagai pemateri.

Pemprov Papua Barat menyatakan siap mendukung pelaksanaan sertifikasi setelah pelatihan. Dukungan mencakup penyediaan tempat dan koordinasi teknis di lapangan.

“Dengan percepatan sertifikasi ini, Pemprov berharap jutaan batang benih unggul bisa segera sampai ke petani. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya hilirisasi dan peningkatan produktivitas perkebunan di Papua Barat,” pungkasnya. (LP14/red)

Latest articles

Panitia Raker FGM GKI se-Tanah Papua Apresiasi Dukungan Bupati Teluk Bintuni

0
TELUK BINTUNI, Linkpapua.id– Lebih dari 200 peserta dari berbagai wilayah di Tanah Papua telah tiba di Kabupaten Teluk Bintuni untuk mengikuti Rapat Kerja (Raker)...

More like this

Pawai Budaya HUT Ke-27 Papua Barat, Dominggus: Keragaman Adat Jadi Perekat Persatuan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak masyarakat menjaga kerukunan dan persatuan...

Filep Wamafma Dilantik sebagai Ketua APTISI Papua Barat 2026–2031

MANOKWARI, Linkpapua.id – Filep Wamafma resmi dilantik sebagai Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia...

Hati-Hati! Beredar Ajakan Grup WA-Permintaan Uang Catut BGN di Papua

JAYAPURA, LinkPapua.id – Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Papua Raya mengingatkan masyarakat agar mewaspadai...