PPM di Kampung Arar, SKK Migas Bantu Perkenalkan Kuliner Khas Rasa Papua

Published on

SORONG, linkpapua.com – SKK Migas Perwakilan wilayah Papua dan Maluku (Pamalu) melanjutkan Program Pengembangan Masyarakat (PPM). Kali ini, program menyentuh kegiatan kuliner berbasis kearifan lokal di Kampung Arar.

Program ini dikenal dengan Desa Wisata Bahari-Kuliner atau yang lebih dikenal dengan “Dewi Bakul”. Kegiatan melibatkan para pendamping sosial yang telah berpengalaman di bidangnya.

Program di Kampung Arar, SKK Migas Perwakilan menggelar kegiatan pelatihan memasak untuk menonjolkan kearifan lokal rasa Papua. Melibatkan perempuan PPK Kampung Arar.

Selain itu, juga dilakukan pendampingan dan pelatihan budidaya tanaman produksi (agroforestry) kepada Masyarakat Penggerak Usaha (MPU) ekowisata. Pelatihan ini untuk menghasilkan taman desa yang bernilai ekonomis.

Kepala Kampung Arar, Nurdin Rumaur menyampaikan, program PPM SKK Migas dan KKKS telah mendorong kemandirian ekonomi masyaraka. Menurutnya, kegiatan usaha Dewi Bakul sangat menginspirasi.

Ketua Bumdes Kampung Arar, Abdul Hamid Rumbrawer, dari pelatihan ini telah menghasilkan keterampilan memasak yang bisa menarik wisatawan.

“Di antaranya makan seperti ikan bakar sambal ebi, bakso buah kelapa, ditambah sayur pepaya dan jantung pisang Arar sebagai pelangkap sajian hasil pelatihan. Su mantap, sudah bisa jadi standar makanan yang bisa disajikan bagi tamu yang datang ke Arar,” ungkap Abdul Hamid.

Selain itu juga dilakukan pelatihan budidaya jambu kristal kepada 7 MPU asli Kampung Aras. Ini sebagai bagian pendukung kegiatan ekowisata. Terobosan ini telah terlebih dahulu dimulai dengan penanaman bibit yang dipinjamkan dari Program PPM Lingkungan SKK Migas.

Kepala Departemen Humas, Perwakilan SKK Migas, Galih Agusetiawan mengatakan, upaya SKK Migas bersama seluruh KKKS di wilayah Papua dan Maluku menghadirkan wisata alternatif berbasis kepulauan oleh Bumdes di sekitar daerah operasional merupakan bagian dari tujuan berkelanjutan di bidang pengembangan perekonomian bagi masyarakat di sekitar kegiatan hulu migas beroperasi.

“Kegiatan Dewi Bakul yang dicoba inisiasi awalnya di Kampung Arar, memang sempat tertunda pelaksanaannya beberapa kali akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akibat pandemi Covid-19. Namun kegiatan PPM ekonomi dan pendidikan kreatif yang hari ini dilakukan, harus terus berjalan berkesinambungan,” katanya.

Sebab kata Galih, ini merupakan tindak lanjut kolaborasi keberlanjutan dari hasil pencapaian pembibitan tanaman agroforestry pada tahun 2020 – PPM Lingkungan.

“Dari program ini nantinya diharapkan dapat tercipta kemandirian masyarakat dalam mewujudkan lokasi ekowisata alternatif di Teluk Sorong,” jelas Galih. (*/Red)

Latest articles

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi motor utama perekonomian daerah, tetapi belum sepenuhnya memperkuat fiskal dan...

More like this

22 TPA dan TPQ di Manokwari Disiapkan Ikuti FASI 2026

MANOKWARI, Linkpapua.id– Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Manokwari mematangkan persiapan pelaksanaan...

Sambut HUT ke-81 TNI, Kodam XVIII/Kasuari Gelar Fun Run 5 Km, Tembus 4.000 Peserta

MANOKWARI, Linkpapua.id-Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kodam...

Parjal Papua Barat Gandeng DPMPTSP Manokwari Layani Pengurusan NIB di Sekretariat

MANOKWARI, Linkpapua.id– Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Parlemen Jalanan (Parjal) Papua Barat bekerja sama dengan Dinas...