MANOKWARI, LinkPapua.id – Prof Dr Roberth KR Hammar resmi memimpin Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Papua Barat periode 2026-2031. Kepengurusan baru ini menargetkan 2 gelar juara umum pada Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Nasional 2027 di Manado, Sulawesi Utara.
“Pengalaman sukses kita pada agenda sebelumnya menjadi acuan penting. Fokus kita sekarang adalah kesiapan, kerja sama, dan pembinaan berkelanjutan untuk membangun masyarakat Papua Barat yang religius, rukun, dan harmonis,” ujar Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan saat melantik pengurus LP3KD Papua Barat di Hotel Oriestom Bay Taman Ria, Manokwari, Sabtu (24/10/2026).
Dominggus menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat akan mendukung keikutsertaan kontingen daerah pada Pesparani Nasional yang dijadwalkan berlangsung di Sulawesi Utara pada November 2027. Dia meminta pengurus menjadikan pengalaman Papua Barat sebagai tuan rumah Pesparani pada Juni 2026 sebagai acuan persiapan.

Gubernur berharap pengurus LP3KD menjalankan amanah untuk melayani umat, gereja, dan daerah. Dia juga mengajak seluruh pengurus menjaga kebersamaan demi mewujudkan Papua Barat yang damai, bermartabat, dan mandiri.
Sementara itu, Ketua Umum LP3KD Papua Barat Prof Dr Roberth KR Hammar mengatakan kepengurusan periode 2026-2031 dibentuk melalui musyawarah dan disusun mengikuti sistem Pesparani. Penyesuaian itu untuk menyelaraskan agenda daerah hingga 2029.
Roberth menyebut LP3KD Papua Barat akan mengandalkan perwakilan kabupaten yang sebelumnya meraih juara di tingkat provinsi untuk menghadapi Pesparani Nasional di Manado. Dia menargetkan kontingen Papua Barat membawa pulang 2 gelar juara umum atau champion.
“Kami sangat mengharapkan dukungan dan bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat agar kontingen dapat tampil maksimal serta memberikan kontribusi positif bagi daerah, bangsa, dan negara,” kata Roberth.
Dia juga meminta seluruh pengurus aktif membina kepengurusan LP3KD di tingkat kabupaten. Pembinaan diharapkan menjaga kesinambungan program pelayanan keagamaan di Papua Barat.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Papua Barat Hugo Rizal Wisnugroho mewakili Kepala Kanwil Kemenag Papua Barat menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Dia menilai pembangunan kehidupan beragama perlu berjalan seiring dengan pembangunan fisik dan ekonomi, termasuk pembentukan moral serta karakter masyarakat.
Hugo mengingatkan Pesparani tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk meraih prestasi. Menurutnya, ajang nanti juga menjadi sarana mempererat kerukunan dan merawat persaudaraan di tanah Papua.
“LP3KD memiliki peran strategis dalam membina umat Katolik agar semakin mantap dalam iman dan mampu hidup berdampingan secara damai di tengah keberagaman suku, budaya, maupun agama,” ucap Hugo. (*/red)
