Rekomendasi Pemuda Katolik, Tokoh Pemuda: Dokumen Sejarah Teluk Bintuni Mesti Diuji Publik

Published on

BINTUNI, Linkpapua.com- Salah satu tokoh pemuda, Fransiskus Lusianak, jadi salah satu narasumber pada pada perayaan syukur dan dialog publik HUT Teluk Bintuni ke-18 oleh Komisiriat Cabang (Komcab) Pemuda Katolik Teluk Bintuni.

Sosok kelahiran Bintuni, 20 Juli 1975, tersebut menyebut kegiatan ini langkah positif Pemuda Katolik Teluk Bintuni yang mesti diapresiasi. Ini, kata dia, adalah bentuk sinergi dan kepekaan terhadap pemerintah dan masyarakat di Teluk Bintuni.

Baca juga:  Saksikan Wisuda Anak-anak Teluk Bintuni, Bupati Kasihiw: Mereka Membanggakan

“Kita patut bersyukur dan bangga atas dedikasi yang telah dilakukan oleh Ketua Pemuda Katolik Teluk Bintuni (Ibu Yustina Ogoney) yang sekaligus sebagai Kepala Distrik Merdey,” kata Fransiskus.

Pujian ini merujuk diterbitkannya pengakuan hak atas tanah adat warga Ogoney melalui Perda sebagai payung hukum untuk melindungi hak ulayat atas alam Bintuni secara khusus Suku Moskona.

“Ini adalah contoh prestasi dan karya besar dari seorang kader Pemuda Katolik Teluk Bintuni yang harus diteladani dan diapresiasi,” ucapnya. Hal tersebut, lanjutnya, harus diperjuangkan dengan mengeliminasi bentuk-bentuk ketidakadilan sosial dan berdaya guna untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang adil dan makmur.

Baca juga:  PT Pangansari Tanggung Tunggakan BPJS Kesehatan Ratusan Warga di Manokwari-Bintuni

Dialog ini melahirkan rekomendasi yang selanjutnya akan disampaikan kepada pemerintah daerah bahwa Kabupaten Teluk Bintuni harus memiliki dokumen asli tentang sejarah pemekaran.

Itu akan menjadi landasan fundamental bagi setiap kepala daerah yang menjabat agar visi misi berpedoman kepada gagasan, konsep, dan tujuan perjuangan para tokoh pemekaran/pendiri kabupaten ini.

Baca juga:  Jelang Pelantikan, Yasman Umbar Target PPP Rebut 3 Kursi di Pileg

Fransiskus yang juga merupakan politisi PDIP, mengatakan dokumen asli itu mesti melalui uji publik sehingga sejarah kabupaten ini wajib diketahui dan dikenang oleh generasi penerus di tanah Sisar Matiti (sebutan lain Teluk Bintuni) ini.

Selain Fransiskus, dialog ini juga menghadirkan tokoh pemekaran, dari pihak pemerintah, serta wirausahawan. (LP6/red)

Latest articles

Berawal dari Lembaga Nonformal, Yayasan Jamal Papua Kembangkan Umul Quro

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Yayasan Jamal Papua mengembangkan lembaga pendidikan Umul Quro dari pendidikan nonformal hingga mendirikan Sekolah Dasar Islam Tahfiz Quran (SDITQ) Umul Quro...

More like this

Bupati Bintuni Lantik 3 Kapala Kampung: Jadi Pemimpin Dekat dengan Rakyat

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy melantik tiga kepala kampung di...

Hormati Sejarah dan Dukung Pendidikan, Bupati Teluk Bintuni Resmikan Dua Fasilitas di Yakati

TELUK BINTUNI, Linkpapua.id-Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, S.E., M.H., meresmikan Rumah Singgah Andarias Deffretes...

Pakai Dana Otsus, Bupati Yohanis Resmikan 4 Ruang Kelas Baru di Pedalaman Bintuni

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy meresmikan 4 ruang kelas baru (RKB)...