Reses Xaverius Kameubun: Bahas Papua Barat Cerdas hingga Keterbukaan Informasi Publik

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Anggota DPR Papua Barat Xaverius Kameubun menggelar reses unik dengan menjadikan wartawan sebagai objek aspirasi, yang disebut “reses bergizi”. Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu krusial diangkat, mulai dari tuntutan pengawasan dana Rp50 miliar program Papua Barat Cerdas hingga desakan pembuatan Peraturan Daerah (Perda) tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Reses III Kameubun yang digelar di Coffee Master Taman Ria, Rabu (5/11/2025), diapresiasi karena membuka ruang bagi jurnalis menyampaikan keluhan. Para wartawan menyuarakan sejumlah masalah yang selama ini mereka temui di lapangan, termasuk masalah honorer dan transparansi.

Wartawan Jubi, Adlu Raharusun, menyampaikan bahwa reses ini merupakan reses yang bergizi karena dihadirkan ruang terbuka untuk wartawan menyampaikan keluhannya. Isu honorer menjadi salah satu yang disorotnya.

Baca juga:  Tangani Pameran dan Talk Show, BI Perkenalkan Produk Asli Papua di W20

“Honorer 1.002 itu masalah lama, tapi kita harus menunggu apa hingga masalah ini selesai dan mereka diangkat. Apakah harus menunggu ganti pemimpin yang terus berlanjut,” ujarnya.

Isu dana pendidikan juga disorot tajam oleh wartawan LinkPapua.id, Taufik. Dia meminta Xaverius Kameubun yang masuk Komisi II bidang pendidikan memastikan implementasi program Papua Barat Cerdas.

“Kita tahu bahwa beberapa waktu lalu Pemprov Papua Barat menggelontorkan dana untuk program Papua Barat cerdas sebesar Rp50 miliar. Namun, dari dana tersebut implementasinya harus mampu menjangkau tujuh kabupaten,” katanya.

Sementara itu, Tri Adi, wartawan Kabar Nusantara, mengeluhkan kurangnya keterbukaan informasi publik di daerah. Dia menilai hal ini belum sesuai dengan UU Nomor 14 Tahun 2008.

Baca juga:  KNPI Papua Barat Apresiasi Tuntasnya 8 Ranperdasus dan 13 Ranperdasi

“Di Manokwari sendiri ada beberapa instansi yang masih kurang dalam keterbukaan informasi publik. Walaupun telah diatur dalam UU Nomor 14 Tahun 2008, namun di daerah belum ada turunan perdanya,” tuturnya.

Tri meminta DPRP membuat Perda turunan UU Keterbukaan Informasi Publik dan melibatkan wartawan dalam pembuatannya. Isu kesejahteraan tenaga pendidik juga diangkat.

Wartawan Tabura Pos, Andi, mengadu soal adanya ratusan tenaga pengajar di Manokwari yang belum mendapatkan hak mereka. Padahal, tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru telah dilakukan.

“Saya menilai ini masalah serius dan DPR harus menyikapinya. Terlebih lagi belum adanya tanggapan dari dinas pendidikan kabupaten maupun provinsi,” ungkapnya.

Ketua PWI Papua Barat, Bustam, juga mengadu bahwa PWI kekurangan dukungan anggaran dari pemerintah daerah untuk kegiatan pelatihan AI dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Dia menyampaikan keluhan terkait pendanaan.

Baca juga:  Kunker ke Bintuni, DPR Papua Barat Soroti Fasilitas dan SDM RSUD

“Selama saya menjadi anggota PWI, kami mengaku kurang didukung dalam hal anggaran. Untuk pelatihan wartawan saja pemerintah daerah tidak memfasilitasi kami, justru para mitra yang memberikan dukungan,” bebernya.

Wartawan Tribun Papua Barat, Rahmat, turut mengeluhkan kurangnya keterbukaan terkait kegiatan reses anggota DPRP. Dia meminta agar informasi reses dapat lebih menyeluruh.

Xaverius Kameubun menanggapi semua aspirasi tersebut dan berjanji akan menindaklanjutinya di internal DPR Papua Barat. Dia mengaku mendapatkan banyak masukan berbobot dari jurnalis.

“Saya sudah dengar dan catat aspirasi dari teman-teman wartawan. Akan saya bawa ke dalam sidang DPRP Papua Barat untuk ditindaklanjuti,” janjinya. (LP14/red)

Latest articles

KPU RI Dorong Pelayanan Pemilu Inklusif di Papua Barat, Perkuat Akses...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – KPU RI mendorong penguatan standar pelayanan kepemiluan yang inklusif di Papua Barat. Pelayanan KPU diminta mampu menjangkau penyandang disabilitas, masyarakat adat,...

More like this

KPU RI Dorong Pelayanan Pemilu Inklusif di Papua Barat, Perkuat Akses Disabilitas-Masyarakat Adat

MANOKWARI, LinkPapua.id – KPU RI mendorong penguatan standar pelayanan kepemiluan yang inklusif di Papua...

Kasus Kematian Yanto Idorway, Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka

MANOWARI, Linkpapua.id-Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Trihadi Kuncahyo, A.Md., S.E., menyampaikan bahwa...

Warga Papua Barat Tersebar di Gunung hingga Pesisir, Pemprov Minta KPU Adaptif

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyesuaikan...