Tim Pemekaran DOB Papua Barat Bakal Turun ke Kabupaten, Serap Aspirasi 2 Wilayah Adat

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Tim pemekaran daerah otonomi baru (DOB) DPRP Papua Barat bersiap turun ke sejumlah kabupaten pengusul untuk menyerap aspirasi masyarakat. Kunjungan tersebut akan menyasar dua wilayah adat, yakni Manokwari Raya (Domberai) dan Bomberai.

“Tim pemekaran DOB diketuai oleh Mudasir Bogra yang juga Ketua Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) sudah melakukan pertemuan dan kita merencanakan untuk turun langsung ke kabupaten-kabupaten yang mengusulkan pemekaran. Tujuannya untuk mendengar dan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dan mencari data-data sehingga semua kebutuhan dan usulan daerah bisa diketahui dengan baik,” ujar Ketua DPRP Papua Barat Orgenes Wonggor kepada wartawan usai mengikuti rapat pemekaran DOB Kabupaten Meiyakh dan Puncak Arfak di Valdos Hotel, Manokwari, Jumat (6/11/2026).

Baca juga:  Bawa Tumbler ke Manokwari, Kontingen Kalbar Kampanyekan Pesparawi Ramah Lingkungan

Orgenes mengatakan tim telah membahas rencana kerja, termasuk pembentukan kelompok kerja (Pokja) di dua wilayah adat. Pembentukan Pokja tersebut ditujukan untuk memperkuat koordinasi dan penyerapan aspirasi masyarakat di daerah pengusul.

Dua wilayah adat yang menjadi sasaran kerja tim yakni Manokwari Raya (Domberai) dan Bomberai. Pokja Domberai diketuai Nakeus Muid, sedangkan Pokja Bomberai dipimpin Agustinus Orocomna.

Menurut Orgenes, keberadaan Pokja di kedua wilayah adat tersebut diharapkan mempermudah koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan tokoh masyarakat. Tim juga akan melibatkan berbagai elemen yang berkepentingan dengan rencana pemekaran daerah.

Baca juga:  DPA Molor, Setumpuk Agenda DPR Papua Barat Ikut Terhambat

Tunggu Kepastian Anggaran

Orgenes menjelaskan agenda kunjungan lapangan akan disusun setelah pembagian tugas anggota DPRP dan kepastian anggaran APBD perubahan. Kedua hal tersebut ditargetkan sudah jelas pada Senin (9/9/2026) mendatang.

“Kita berharap pada hari Senin sudah ada pembagian tugas DPRP sekaligus kejelasan terkait anggaran perubahan. Dengan begitu, kita bisa menyusun jadwal dan mengatur penugasan tim untuk turun ke dua wilayah adat tersebut,” katanya.

Baca juga:  Penanganan Covid-19 Jadi Perhatian Kapolda PB di HUT Bhayangkara ke-75

Dia menegaskan penyerapan aspirasi diperlukan agar usulan pemekaran DOB tidak hanya didasarkan pada keinginan segelintir pihak. Usulan tersebut harus mencerminkan kebutuhan masyarakat di kabupaten pengusul.

Melalui kunjungan lapangan, tim akan menghimpun informasi mengenai kesiapan daerah dan aspirasi masyarakat. Berbagai persoalan yang ditemukan juga akan menjadi bahan pembahasan dalam proses pengusulan pemekaran.

“Yang paling penting adalah kita turun langsung dan mendengar masyarakat. Dengan begitu, apa yang menjadi kebutuhan daerah bisa menjadi bahan pembahasan dan diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku,” ucapnya. (LP14/red)

Latest articles

DPRP Papua Barat Dorong Perda Pemekaran Distrik, Syarat 10 Kampung Dinilai...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – DPRP Papua Barat mendorong penyusunan peraturan daerah (Perda) tentang pemekaran distrik untuk mengakomodasi kondisi geografis dan kebutuhan pelayanan masyarakat. Dorongan ini...

More like this

DPRP Papua Barat Dorong Perda Pemekaran Distrik, Syarat 10 Kampung Dinilai Memberatkan

MANOKWARI, LinkPapua.id – DPRP Papua Barat mendorong penyusunan peraturan daerah (Perda) tentang pemekaran distrik...

DPRP Ingatkan Pemekaran DOB Pegunungan Meiyakh-Puncak Arfak Tak Sekadar Aspirasi, 10 Distrik Harus Disiapkan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ketua DPRP Papua Barat, Orgenes Wonggor, mengingatkan rencana pembentukan Daerah Otonomi...

Musprov PORDI Papua Barat Jadi Momentum Regenerasi Kepemimpinan, Haryono Calon Tunggal Ketua

MANOKWARI, Linkpapua.id – Pengurus Provinsi Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Papua Barat menggelar Musyawarah...