MANOKWARI, LinkPapua.id – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Manokwari, Papua Barat, melaksanakan seminar peringatan Hari Kartini ke-147 tahun 2026. Agenda ini bertujuan mendorong kemandirian serta memperkuat peran strategis kaum perempuan dalam mendukung pembangunan daerah.
“Seminar ini adalah komitmen kami untuk memperkuat peran perempuan sebagai pilar keluarga. Semangat perjuangan RA Kartini harus menjadi inspirasi bagi setiap perempuan di Manokwari untuk terus bertumbuh,” ujar Ketua TP PKK Manokwari Febelina Indou dalam laporannya, Kamis (23/4/2026).
Febelina menegaskan peringatan Hari Kartini tahun ini bukan sekadar acara seremonial semata. Dia menilai momentum tersebut sangat penting untuk memperkuat kapasitas dan kualitas perempuan di Manokwari.
Ketua TP PKK juga mengharapkan perempuan mampu menjadi penggerak harmoni sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Dia ingin setiap perempuan memiliki kemampuan menyentuh hati lingkungan sekitarnya.
“Kami ingin perempuan mampu menyentuh hati dan membentuk masa depan generasi penerus,” tambahnya.
Bupati Manokwari Hermus Indou membuka langsung seminar bertajuk ‘Perempuan Berdaya, Manokwari Bermartabat’ tersebut. Jajaran TP PKK tingkat distrik hingga kelurahan serta berbagai organisasi perempuan mengikuti rangkaian kegiatan ini.
Panitia mengusung tema ‘Dari Perempuan untuk Kemajemukan, Menyentuh Hati Membentuk Masa Depan’. Tema ini menjadi refleksi semangat perjuangan RA Kartini dalam konteks pembangunan masa kini di Papua Barat.
Hermus memberikan apresiasi atas inisiatif TP PKK yang terus mendorong pemberdayaan perempuan. Dia menganggap TP PKK sebagai mitra strategis pemerintah daerah yang menyentuh langsung aspek pembangunan berbasis keluarga.
“Pemerintah daerah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TP PKK Manokwari. Saya berharap forum ini memberikan nilai-nilai penting yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Hermus juga menekankan pentingnya pemerataan akses bagi seluruh perempuan di berbagai sektor kehidupan. Dia mendorong perempuan agar lebih berani mengambil peran dalam setiap pengambilan keputusan penting.
“Perempuan harus memiliki akses yang setara pada pendidikan, ekonomi, dan kesehatan, serta berani mengambil peran dalam pengambilan keputusan,” tegasnya.
Pemerintah daerah berharap para peserta seminar dapat membawa perubahan positif di lingkungan masing-masing usai mengikuti kegiatan ini. Perempuan harus menjadi motor penggerak utama bagi kesejahteraan keluarga di Manokwari.
Aksi pemberdayaan ini juga harus berjalan selaras dengan visi besar pembangunan daerah. Pemerintah menargetkan terwujudnya masyarakat Manokwari yang adil, sejahtera, dan bermartabat melalui peran aktif perempuan. (*/red)








